Home / Berita & Opini / Berpolitik Berlandaskan QS Al-‘Ashr 

Berpolitik Berlandaskan QS Al-‘Ashr 

Berpolitik Berlandaskan QS Al-‘Ashr 
(Agar Berbuah Pahala & Mendapat RidhoNya)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣﴾

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, 3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dlm kesabaran.”
(QS. Al-‘Ashr: 1-3)

Dalam Surah Al-‘Ashr ini terdapat panduan dan pedoman dlm menjalani kehidupan, termasuk panduan dlm berpolitik.
Panduan tersebut sangat penting, agar dlm menjalani kehidupan kita tdk salah arah, tdk tersesat dlm melangkah dan tdk menjadi orang merugi.

Dalam tafsir Fi Dzilalil Qur’an, Sayyid Qutb mengatakan, “Pada surah yang hanya memiliki tiga ayat ini terkandung pedoman atau panduan (manhaj Robbani) yang menyeluruh dan mencakup berbagai aspek kehidupan manusia.
Didalamnya ada undang-undang, aturan dan konstitusi Islami bagi kehidupan seorang muslim, jg menjelaskan tentang hakikat dan tujuan hidup, meliputi kewajiban dan tugas-tugasnya. Adanya panduan yg menyeluruh yg terhimpun dlm surah ini menunjukkan bahwa surah ini merupakan mu’jizat Allah.

Imam Syafi’i juga pernah mengungkapkan bahwa andaikata Al-Qur’an hanya berisi surat Al-‘Ashr saja, niscaya surah trsbt sdh cukup menjadi petunjuk bagi manusia. Karena di dalamnya sdh mencakup semua aspek kebaikan.

QS Al-‘Ashr bisa jg dijadikan panduan dlm Berpolitik.
Bahwa dlm berpolitik perlu berpijak kpd tiga landasan, agar mendatangkan pahala dan aktifitas yg dilakukan tdk merugi. Yaitu: Keimanan, Amal sholeh serta Tawashouw bilhaq dan Tawashowbis Shobri.

1. Berlandaskan Iman.
Dlm berpolitik harus disertai keyakinan akan kebesaran, keagungan dan kekuasaan mutlaq Allah swt.
Yaqin bahwa Allah Sang penguasa dan pengatur jagat semesta alam. Allah yg memberikan dan menentukan kekuasaan. Jatuh tumbangnya dan berkuasannya seseorang berjalan sesuai dengan ketentuannya.
Dan siapapun yg berkuasa di dunia, itu terjadi sesuai dgn ketentuanNya, karena yg memberi kekuasaan merupakan wewenang Allah semata, bukan manusia.
Tugas manusia hanya berikhtiyar agar dlm berpolitik atau untuk meraih kekuasaan harus berkomitmen dan berjalan di jalan yg di RidhoiNya. Karena itu perlu sikap yg kedua.

2. Jadikan semua kiprah, sikap, partisipasi atau semua aktifitas dlm berpolitik (tutur kata, kecenderungan atau dukungan) semuanya diniatkan menjadi amal sholeh.
Setiap apapun yg kita lakukan tercatat sebagai amal sholeh, jika terdapat didalamnya:

A. Niat yg benar. Sebagai sarana mencari Ridho Ilahi dan mencari pahala. Bukan untuk mencari keuntungan pribadi atau materi.

B. Amal yg kita kerjakan sesuai dengan ajaran Allah dan RosulNya. Dgn menebar kebaikan, dgn berakhlaqul karimah, serta menjauhi tindakan keji dan segala sesuatu yg dilarang oleh agama (bukan menghalalkan segala cara).

3. Berpolitik sebagai manifestasi atau bentuk Watawashow bilhaq watawashow bisshobr. Jadikan aktifitas politik menjadi ajang untuk saling memperbaiki, saling melengkapi, saling mengingatkan, dan beramar ma’ruf nahi mungkar.
Sehingga yg perlu dikembangkan semangat fastabiqul khoirat (berlomba lomba dlm kebaikan), semangat Ukhwah (persaudaraan), semangat persatuan, semangat membangun bersama dan semangat saling menghargai dan saling menasehati. Dlm berpolitik semaxsimal mungkin menghindari konflik, permusuhan, saling hujat, saling caci dan berbagai tindakan negatif lainnya.

Ingat! Berpolitik bisa mendatangkan Ridho Ilahi. Tapi sebaliknya juga bisa mendatangkan murka Allah swt.

# Istiqamah selalu berada di jalan yg diridhoiNya.
#Hidup sekali hidup yg berarti & hidup yg berma’na.
# Jadikan setiap aktifitas menjadi pahala.
# Damai Indonesiaku, damai Probolinggoku. Aamiin Ya Rabbal Almn.

Salam Ukhwah Ibnu Badri al kraksaaniy
Kraksaan, 7 Maret 2018

Penulis : KH. Tauhidullah Badri 

 

Publisher : Sanusi Wardana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *