Home / Berita & Opini / ONE DAY ONE HADITS

ONE DAY ONE HADITS

Kamis, 29 Februari 2018 / 14 Jumadis Saniyah 1439 H. 🌅

 

“Seorang Mukmin yang Cerdas dan yang Lemah”

 

عن أبي يعلى شداد بن أوس – رضي الله عنه – ، عن النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ ، وَعَمِلَ لِمَا بعدَ المَوتِ ، والعَاجِزُ مَنْ أتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وَتَمنَّى عَلَى اللهِ. [رواه الترمذي]

Artinya :

Dari Abu Ya’la yaitu Syaddad bin Aus r.a. dari Nabi SAW., sabdanya: “Orang yang cerdas – berakal – ialah orang yang memperhitungkan keadaan dirinya dan suka beramal untuk mencari bekal sesudah matinya, sedangkan orang yang lemah ialah orang yang dirinya selalu mengikuti hawa nafsunya dan mengharap-harapkan kemurahan atas Allah tanpa beramal shaleh.”

(HR. Imam At-Tirmidzi dan ia mengatakan ini adalah Hadis hasan).

 

Pelajaran yang terdapat dalam hadits di atas :

 

1. Orang yang cerdas yaitu:

a. Orang yang selalu memperhitungkan dirinya sendiri yang artinya: “mau bermuhasabah” atau mawas diri.

b. Orang yang selalu beramal shaleh menyiapkan bekal untuk kampung akhirat.

 

2. Orang yang lemah/tidak cerdas lebih banyak berangan-angan mengharap karunia dari Allah tanpa beramal shaleh bahkan selalu berbuat maksiat. Na’udzubillahi min dzaalik

 

Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an :

 

1. Sebaik-baik perbekalan adalah takwa;

 

…  ۗ  وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰى  ۚ  وَاتَّقُونِ يٰٓأُولِى الْأَلْبٰبِ  ۞

 

“Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!.” (QS. Al-Baqarah 2: 197)

 

2. Janganlah meninggalkan generasi yang lemah..!

 

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ۞

 

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 9)

 

والله اعلم بالصواب…

Semoga barokah dan bermanfaat….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *