oleh

Amanat KH. Zuhri Zaini Kepada Lora Muzayyan Badri

AMANAT KH. ZUHRI ZAINI KEPADA LORA MUZAYYAN

Sehari sebelum mendaftarkan diri ke KPUD Probolinggo sebagai cawabup mendampingi Mas Malik Haramain, KH. Muzayyan Badri Mashduqi sowan ke KH. Zuhri Zaini (9/01/2018).

Saat itu, pengasuh PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo ini berpesan: Niaten amar ma’ruf nahi munkar, Cong! (Niatkanlah amar ma’ruf nahi munkar, Nak!)

Pada saat sowan meminta doa restu tersebut, Kiai Zuhri, ulama kharismatik ini, memberikan restu kepada pasangan MMC (Malik-Muzayyan Cocok) agar apabila terpilih tidak lupa dengan niat awal, yaitu menyerukan kebaikan dan memberantas kemunkaran. Pesan yang tegas dari Kiai Zuhri ini sontak membuat Lora Muzayyan menangis sesenggukan. Dia khawatir belum bisa amanah menjalankan pesan Kiai Zuhri, guru kinasih sekaligus kakek Lora Muzayyan.

Hubungan antara Lora Muzayyan dengan Kiai Zuhri bukan hanya sebatas murid-guru, melainkan hubungan cucu dan kakek. Sebab, Kiai Mashduqi, kakek Lora Muzayyan adalah saudara KH. Hasan Abdul Wafi dan KH. Sufyan Miftahul Arifin (Situbondo, wafat di Makkah). Dengan demikian, Lora Muzayyan memanggil Kiai Zuhri dengan sebutan kakek. Sebab Nyai Hj. Aisyah, istri KH. Hasan Abdul Wafi, adalah kakak Kiai Zuhri.

PECINTA ULAMA DAN HABAIB

KH. Muzayyan Badri lahir pada tanggal 15 September 1978 silam, dari pasangan KH. Badri Mashduqi dan ibunda Nyai Maryamah Anshor. Selain ditempa oleh ayahnya sendiri, Lora Muzayyan, sapaan akrabnya, juga belajar di berbagai pesantren, antara lain PP. Al-Anwar Karangmangu Sarang Rembang, yang diasuh oleh ulama kharismatik, KH. Maimoen Zubair. Selain itu Lora Muzayyan juga mondok di PP. Nurul Jadid Paiton, sembari menamatkan kuliah S1 di kampus IAI Nurul Jadid. Sedangkan S2 nya dirampungkan di Univ. Darul Ulum Jombang.

Selain menempuh pendidikan di berbagai pesantren, Lora Muzayyan juga belajar di Suriah. Di negara ini dia ber-talaqqi (berguru kepada para ulama Suriah) seperti Syekh Wahbah Azzuhaili, Syekh Said Ramadan al-Buthi, Syekh Nuruddin Itr, maupun para ulama besar Suriah lainnya.

Di negara yang pada lima tahun terakhir ini dirundung konflik, Lora Muzayyan juga aktif di organisai PPI (Perkumpulan Pelajar Indonesia) dan bergabung di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Cabang Damaskus.

Setelah pulang ke tanah air, dia aktif membantu mengajar dan mengembangkan pesantren Badridduja, Kraksaan. Putra pendekar fiqh, KH. Badri Mashduqi ini juga pernah aktif di PKB. Karier politiknya juga terkerek naik saat dia bergabung di Partai Demokrat, parpol yang pada pilbup kali ini mendukung pasangan MMC.

“Jika saya ditakdirkan menjadi wakil bupati Probolinggo, saya tidak akan menghadirkan para kiai dan habaib di Pendopo Kabupaten, tapi kamilah yang harus sowan kepada beliau-beliau. Sebab jabatan kami tidak ada apa apanya dan tiada artinya dibandingkan kemuliaan para kiai dan habaib.” kata Lora Muzayyan dalam pidato singkatnya saat pendaftaran di kantor KPUD Probolinggo (10/1). (adm.)

 

Publisher : Sanusi_Wardana

Komentar

Informasi Terbaru