oleh

“Bagaimana Cara Hidupmu Begitu Pula Cara Matimu”

ONE DAY ONE HADITS
Senen 19 Pebruari 2018 / 3 Jumadas Saniyah 1439 H.

“Bagaimana Cara Hidupmu Begitu Pula Cara Matimu”

عن جابر رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيهِ)). [رواه مسلم]
Artinya :
Dari Jabir r.a., berkata; Nabi SAW. bersabda: “Dibangkitkan setiap hamba itu – dari kuburnya, menurut apa yang ia mati atasnya.” (HR. Muslim)

Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas :

1. Hadits ini menyerukan setiap manusia muslim lagi mu’min agar senantiasa berbuat kebaikan kepada siapapun, mengerjakan apa-apa yang diridhoi Allah, menetapi sunnah-sunnahnya Rasulullah SAW. dalam segala waktu, tempat dan keadaan. Juga menyerukan supaya terus menerus memiliki keikhlasan hati dalam mengamalkan segala hal semata-mata untuk Allah Ta’ala jua, baik dalam ucapan ataupun perbuatan.
2. Kepentingannya ialah agar di saat kita ditemui oleh ajal, maka kematian kita pun menetapi keadaan sebagaimana yang tersebut di atas itu, sehingga pada hari kita diba’ats atau dibangunkan dari kubur nanti, keadaan kita pun sebagaimana halnya apa yang kita tetapi sewaktu kita berada di dunia ini.
3. Bagaimana cara hidupmu, begitu pula cara matimu.
4. Semogalah kita memperoleh chusnul-khatimah, yakni penghabisan hidup kita di dunia dalam keadaan beramal baik dan terpuji.

Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an :

1. Tidak sama cara hidup seseorang yang mati chusnul khotimah dan cara hidup yang mati su’ul khotimah;

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ ۞

“Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangkakan itu.” [QS. Al-Jasiyah : 21]

2. Menganjurkan Untuk Menambah-nambah Kebaikan Pada Akhir-akhir Umurnya;

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صٰلِحًا غَيْرَ الَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظّٰلِمِينَ مِنْ نَّصِيرٍ ۞

“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan dahulu. (Dikatakan kepada mereka), Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan bagi orang-orang dzalim tidak ada seorang penolong pun.” (QS. Fatir 35: 37)

3. Ucapan selamat para Malaikat kepada orang yang mati chusnul khotimah;

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ۞

“(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun ‘alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.” [QS. An-Nahl : 32]

والله اعلم بالصواب…
Semoga barokah dan bermanfaat….

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Terbaru