oleh

Bdridduja Adalah Kita, Kita Adalah Badridduja

BARIDDUJA ADALAH KITA, KITA ADALAH BADRIDDUJA

Oleh: Taufiq Syahir (Alumni di Desa Bucor, Pakuniran, Probolinggo dan Wali Santri Pondok Pesantren Badridduja Kraksaan Probolinggo)

Sebagai alumni Pondok Pesantren Badridduja, kita harus menyadari bahwa kecerdasan Intelektual (IQ), Emosional (EQ), dan Spiritual (ESQ) kita sebagian besar adalah terisi di pondok kita (Badridduja). Walaupun mungkin sifatnya masih sebagai pondasi bagi diri kita. Dan inilah sebenarnya merupakan pembentukan diri (karakter) menuju insaanul kamil.

Kita sebagai alumni seharusnya menyadari: Dimana Anda mondok? Guru besarnya siapa? Lupakah Anda semua itu?

Sebenarnya kalau kita mau jujur, kita tidak bisa apa-apa kalau tanpa didikan dan bimbingan guru dan dimana tempat kita dibesarkan dulu. Nah, begitulah kalau kita mau jujur. Tapi sayangnya terkadang kejujuran begitu mudahnya tidak diakui. Atau mungkin pura-pura jujur. Yakni mengakui sebagai alumni pesantren Badridduja tapi kenyataannya Badridduja ditinggalkan begitu saja. Sungguh teganya alumni yang seperti itu.

Kalau kita peka dan jujur benar pada diri kita, betapa besarnya peran pondok dan guru kita dalam membimbingnya menjadi insan yang paripurna. Untuk itulah hal ini yang harus disadari oleh segenap alumni. Jangan mentang-mentang sudah jadi orang kemudian lupa akan jasa besar pondoknya.

Sebagai alumni seharusnya harus berani berkata: Sampai kapan pun peran alumni sangat dibutuhkan oleh pondok dan sudah menjadi kewajiban alumni untuk membantu pondok sebagai balas budi kita. Walaupun pondok sendiri tidak butuh kepada kita selaku alumni. Tapi kita lah sebenarnya yang butuh kepada pondok karena dulu dibesarkan di pondok. Masa depan pondok pesantren Badridduja adalah tanggung jawab kita. Apapun yang menjadi kebutuhan pondok adalah tanggung jawab kita sebagai alumni, sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita. Jangan menjadi alumni yang “murtad” terhadap pondoknya sendiri (tidak tahu menahu tentang keberadaan pondoknya).

Pakuniran-Probolinggo, 4 Agustus 2018

 

 

Publisher : Sanusi Wardana

Komentar

Informasi Terbaru