oleh

Cara Mendapatkan Anak yang Sholeh dan Sholehah

CARA MENDAPATKAN ANAK SHOLEH-SHOLEHAH

Dalam Islam anak dibagi menjadi beberapa kategori :

  1. anak yg merupakan “zienah” (anak yang hanya menjadi alat bangga-banggaan antara orang tua dan lainnya sebagaimana halnya perhiasan)
  2. anak merupakan “fitnah” (anak yang hanya menjadi sebab permusuhan serta masalah orang tuanya saja)
  3. anak merupakan ” aduwwun” (anak yang bisa menjerumuskan orang tuanya kedalam api neraka-naudzu billah)
  4. anak merupakan “qurrotu a’yun” (anak yang bisa dibanggakan karna agamanya dan bisa menjadi sebab masuknya orang tuanya dalam surga)

Islam telah menuntun manusia dalam mencetak anak2 sholeh dan sholehah, bahkan semenjak dalam melakukan hubungan suami istri pun, Islam sudah menuntun dengan tuntunan dan cara-cara yang bijaksana.

Dimana salah satu anjuran Islam adalah berdo’a dengan do’a yang telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW, Rasulullah bersabda ” sekiranya diantara kalian jika mendatangi istrinya lalu membaca
بسم الله أللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا
(Dengan nama Allah, Ya… Allah hindarkan kami dari syaitan dan jauhkan syaitan dari anak yang kau berikan) maka jika dikaruniai anak dengan persetubuhan tsb, maka syaitan selamanya tidak akan membahayakannya” (HR.Muttafaqun Alaihi)

Bahkan kalau kita mengaca kepada Salafuna As-sholeh, sebelum berhubungan badan dengan istrinya, beliau-beliau masih mengajak istrinya untuk sholat sunnah dan membaca al-Qur’an, maka tidak diragukan lagi, lahirlah dari bliau-bliau putra-putri hebat yg menjadi “qurrotu a’yun” bukan hanya pada orang tuanya, melainkan juga kepada manusia keseluruhannya..

Tidak berhenti disitu saja, Islam juga menganjurkan orang tua untuk berbuat baik, banyak membaca al-Qur’an, sering bershodaqoh, berpuasa dan sering melakukan ibadah dikala janin masih berada dalam rahim sang ibu.

Sebagaimana hal tersebut dilakukan oleh orang tua dari Kyai Masdhuqi (ayahanda KH.Badri Masdhuqi), dimana selama janin putra-putri beliau ada dalam rahim ibundanya, maka beliau (kedua orang tua Kyai Masdhuqi) beribadah puasa dan selainnya untuk sang janin dengan harapan agar menjadi orang hebat dan keturunannya pun menjadi panutan umat, Maka lahirlah keturunan-keturunan beliau yang hebat seperti KH. Sufyan (Sletreng), KH. Abd.Wafi (Nurul Jadid) Kyai Masdhuqi, serta putra-putri dan cucu-cucu mereka yang tetap menjadi anak yang hebat dan menjadi panutan umat, karna bersumber dari orang tua yang hebat.

Dan anak sholeh yang bakalan menjadi “qurrotu a’yun” itu tidak akan didapatkan kcuali ( kita sebagai orang tua) melakukan hal-hal yang hebat yang telah dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya

Jika ingin mempunyai anak yang hebat maka dimulai dari orang tua yg hebat, orang tua yang hebat insyallah akan mempunyai anak yang hebat pula.

(Sumber : ceramah KH.Tauhidullah Badri di Walimatul Hamli Sidopekso Kraksaan. Selasa 2 Januari 2018)

 

Devisi Da’wah B3M

 

Publisher : Sanusi Wardana

Komentar

Informasi Terbaru