oleh

Diantara Diksi dan Metode Mendidik Kepada Santri

DI ANTARA DIKSI DAN METODE MENDIDIK SANG GURU BESAR KEPADA SANTRI, KIAI BADRI MASHDUQI: “USAHA SENDIRI…!”

“Kiai Badri itu bagus, alim, fasih, cerdas, tanggap, dan menguasai banyak syair”

KH.Alawy Muhammad (Pengasuh Pesantren At-Taraqqi, Sampang, Madura)

Tahun 1995, merupakan tahun yang amat berkesan dan memberikan arti tersendiri pada diri seorang santri yang bernama Solahuddin. Kala itu dia mendapat tugas langsung dari “Guru Besar,” begitulah Solahuddin menyebutnya setelah ia berkiprah di tengah-tengah masyarakat.

Kala itu Solahuddin masih nyantri di pesantren Badridduja di bawah asuhan Hadratussyaikh Badri Mashduqi. Syaikhuna, sesekali panggilan khas santri-santri Badridduja kepada KH.Badri Mashduqi masa dulu, memanggil Solahuddin untuk menghadap Syaikhuna di kediamannya. Sesekali santri masa dulu memanggil kepada guru, KH.Badri Mashduqi, dengan sebutan “Hadratussyaikh,” “Syaikhuna,” atau “Kiai.”

“Saya mau ngundang Kapolda. Tolong ketua panitia menghubunginya!,” tegas Syaikhuna.

“Saya, Kiai,” jawab singkat Solahuddin bercampur gugup.

Bagi Solahuddin, tugas atau amanat dari guru mau tidak mau, harus dijalankan. Meski dia kebingungan. Kebingungan pertama, karena tidak pernah berpengalaman menjadi ketua panitia. Waktu itu pengalaman pertama kalinya Solahuddin sebagai Ketua Panitia Harlah Pesantren Badridduja. Kebingungan kedua, nama Kapolda. Karena dia tidak tahu entah siapa nama persisnya seorang Kapolda ketika itu. Kebingungan ketiga, bagaimana cara mau menghubungi Kapolda.

Dari kebingungan-kebingungan itulah Solahuddin menghadap Syaikhuna lagi.

“Maaf, Kiai, mau tanya nama Pak Kapolda. Siapa nama Pak Kapolda-nya, Kiai?,” tanya Solahuddin agak gemetar.

“Beeee, jhe’ atanya ka engko,’ cari sendiri. Usaha sendiri! (Lhooo, jangan tanya pada saya, cari sendiri. Usaha sendiri!,” tegas Syaikhuna.

Akhirnya, Solahuddin pamit keluar dari dhalem. Kemudian, cara yang dilakukan Solahuddin untuk mendapatkan nama Kapolda, dia mencari di koran. Ketika itu koran Jawa Pos sudah menjadi media santapan (bacaan) santri. Alhamdulillah, dari hasil baca koran didapatkan nama seorang Kapolda. Baru setelah itu, Solahuddin selaku panitia memerintah sekretarisnya (As’ad Fauzi). Selesai undangan dibuat untuk Bapak Kapolda, Solahuddin menghadap Syaikhuna lagi, memohon petunjuk.

“Antarkan ke Polres saja. Nanti Polres yang meneruskannya,” perintah Syaikhuna.

Berangkatlah Solahuddin ke kantor Polres Probolinggo. Nyatanya sesampainya di kantor Polres, terang Solahuddin, sudah ada petugas yang menunggunya. Diantarkanlah yang namanya Solahuddin di ruang kepala, “Biarlah Kapolres saja yang akan meneruskan ke Kapolda,” kata Pak Kapolres.

Pada tahun 1998, ketika itu bulan Ramadhan, kira-kira tanggal 18 Ramadhan, Solahuddin mendapat tugas dari Syaikhuna untuk mengantarkan bingkisan berupa sarung ke Pajarakan (Kiai Abdul Wahid). Malam itu sekira pukul 10, Syaikhuna memberi tugas untuk mengantarkan bingkisan ke Pajarakan.

“Antarkan bingkisan ini malam ini juga!,” perintah Syaikhuna.

“Tidak ada kendaraan, Kiai,” jawab Solahuddin singkat bercampur bingung.

“Usaha kamu. Usaha sendiri!,” tegas Syaikhuna.

Pengakuan Solahuddin, malam itu memang amat sulit cari kendaraan. Di pesantren sendiri memang amat jarang pengurus, apalagi santri, yang mempunyai kendaraan sendiri. Bagaimana pun, karena ini adalah tugas dari guru besar Solahuddin, dan sebagai santri yang patuh perintah guru, bagaimana cara Solahuddin tetap berupaya berangkat, sebagaimana perintah Syaikhuna, “malam ini juga!”

Akhirnya Solahuddin berupaya mencari kendaraan pada malam itu juga. Dia akhirnya mendapat pinjaman sepeda pancal (ontel) dari tetangga sebelah. Kemudian berangkatlah Solahuddin dari pesantren Badridduja malam itu juga menuju Pajarakan. Perkiraan pukul 12 malam, Solahuddin sampai di kediaman Kiai Abdul Wahid (Kiai Wahid). Yang membuat terkesan, ini lagi, sesampainya Solahuddin di kediaman Kiai Wahid, tahu-tahu Kiai Wahid duduk dengan santai di depan kediamannya (di teras), seperti memang ada yang ditunggu. Tidak berapa lama, Solahuddin kembali ke pesantren malam itu juga.

Kemudian, berkaitan dengan pengajian kitab Fathul Wahhab. Kitab ini, yang biasa ditugasi membacakannya oleh Syaikhuna di hadapan santri adalah Ust.Hasbullah Munir. Berhubung Ust.Hasbullah Munir mau berkeluarga, sebelum pulang, dia menghadap Syaikhuna dulu, Ust. Hasbullah matur kepada Syaikhuna bahwa sudah ada penggantinya, bernama Solahuddin.

Karena sudah begitu penyampaian Ust.Hasbullah kepada Syaikhuna, mau tidak mau, tugas yang membacakan kitab Fathul Wahhab berikutnya adalah Solahuddin. Berhubung Solahuddin merasa belum pernah mengaji kitab yang bernama Fathul Wahhab, maka cara biasa ditempuh dia, menghadap ke Syaikhuna, guna mendapatkan kitab Fathul Wahhab yang sudah ada makna atau artiannya. Menghadaplah dia kepada Syaikhuna. Apa jawaban Syaikhuna:

“Iya cari sendiri. Usaha sendiri!,” tegas Syaikhuna seraya beliau mengarahkan Solahuddin untuk mencari kitab yang dimaksud di perpustakaan pribadi Syaikhuna.

Begitu banyaknya kumpulan kitab Syaikhuna sehingga Solahuddin merasa kesulitan mencari kitab Fathul Wahhab yang terdapat terjemahnya atau artinya. Akhirnya kitab yang dimaksud itu ditemukan tapi maknanya bukan bahasa Indonesia atau bukan pula bahasa Madura tapi, bahasa Jawa. Sementara Solahuddin, berhubung dia orang Kotaanyar (Probolinggo) yang sama sekali tidak mengerti bahasa Jawa, mau apa lagi? Cara berikutnya yang ditempuh Solahuddin, dia sesekali mau tampil membacakan kitab Fathul Wahhab menemui Ust. H.Abdul Mannan yang lebih senior dan berpengalaman soal pemaknaan kitab. Dan, seminggu sebelum dimulai membacakan, ia belajar kepada Ust. H.Abdul Mannan. Pada akhirnya, Solahuddin siap dengan tugas yang diperintah Syaihuna.

Sungguh besar pengaruh cara mendidiknya Syaikhuna Badri Mashduqi kepada santri. Semoga bermanfaat.

#Wawancara 31 Januari 2015 di Kotaanyar Probolinggo bersama Solahuddin Al-Ayyubi.

Kraksaan, 15 Muharram 1441 H. / 15 September 2019 M.

 

 

Penulis : Saifullah (Ketua Syaikh Badri Institute)

Publisher : Sanusi Wardana

Komentar

Informasi Terbaru