oleh

Dua Ulama Intelektual Nasional

KH.BADRI MASHDUQI DAN KH.ABDUL WAHID ZAINI, DUA ULAMA-INTELEKTUAL NASIONAL

Suatu waktu, KH.Badri Mashduqi dan KH.Abdul Wahid Zaini berkunjung ke rumah KH.As’ad Syamsul Arifin di Sukorejo, Situbondo. KH.As’ad Syamsul Arifin sudah tahu bahwa yang akan datang adalah dua sosok yang diprediksi akan menjadi pemimpin umat. Dalam berbagai diskusi soal agama, politik, dan lainnya, KH.Badri Mashduqi sering bersama KH.Abdul Wahid Zaini. Kedua pemimpin itu memang pas jadi teman akrab. Begitulah pernyataan KH.Najmuddin (Pengasuh Pesantren Nurul Qur’an, Rambipuji, Jember).

Dalam sebuah forum, sangat dibutuhkan pembicara yang fasih, lincah dan cekatan. KH.Badri Mashduqi pernah diundang dalam satu forum bersama KH.Abdul Wahid Zaini. Forum tersebut sebelumnya sama sekali tidak dihadiri oleh pejabat pemerintah. Akan tetapi, di tengah-tengah pembahasan, pejabat pemerintah tiba-tiba masuk ke ruang tempat forum tersebut diadakan. Dengan segera dan fasih, pembicaraan antara KH.Badri Mashduqi dan KH.Abdul Wahid Zaini, yang semula berbahasa Indonesia diganti dengan bahasa Arab. Pejabat yang hadir itu pun tidak mengetahui isi pembicaraan keduanya. Begitulah kesaksian KH.Madar Farid Mas’udi, disampaikannya saat hadir dalam acara Halaqah di Pesantren Badridduja Kraksaan.

Selain dalam kepengurusan NU di Wilayah Jawa Timur, di pengurus NU Cabang Kraksaan sendiri memang keduanya (Kiai Badri dan Kiai Wahid) memegang jabatan strategis, KH.Badri Mashduqi sebagai Rais Syuriyah dan KH.Abdul Wahid Zaini sebagai Ketua Tanfidziyah-nya. Masa itu mulai tahun 1975 sampai tahun 1984.

#Referensi: Buku “Kiai Bahstul Masail Kiprah dan Keteladanan KH.Badri Mashduqi”

Kraksaan, 4 Agustus 2019

 

Penulis : Saifullah

Publisher : Sanusi Wardana

Komentar

Informasi Terbaru