oleh

GM, HRS, UAS ADALAH KITA. Jangan Rusak Ukhuwah Islamiyah Dengan “Ukhuwah Ormasiyah”…

GM, HRS, UAS ADALAH KITA. Jangan Rusak Ukhuwah Islamiyah Dengan “Ukhuwah Ormasiyah”…

Catatan kecil ini hanyalah penggalan luapan harapan dan keprihatinan atas apa yang terjadi pada ummat islam akhi-akhir ini.

Ummat islam di indonesia sudah mulai terkotak kotak oleh ormas, partai, firqah dsb, sehingga tak ubahnya seperti buih dilautan, mayoritas, tapi tidak berdaya. Banyak secara kuantitas , tapi tidak punya otoritas yang signifikan serta tidak mampu memaxsimalkan potensi dan tidak mampu menunjukkan kualitas.

Apa yang terjadi pada HRS, begitu juga apa yang terjadi pada UAS dan pada GM dalam beberapa hari ini memicu kembali konflik internal diantara ummat islam yang embrionya memang sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu.

Apa yang terjadi pada beberapa tokoh tersebut ataupun para elit ormas islam. Selalu menimbulkann gejolak, karna berdampak munculnya pembelaan dari anggota atau pengikutnya, melahirkan sentimen kelompok, memunculkan sikap fanatisme buta kepada ormas, menjadi ajang pertikaian atau memicu konflik horizontal, ajang saling tuduh dan curiga antara satu kelompok ummat islam dengan kelompok ummat islam yang lain dsb.

Persoalan yag terjadi pada GM, oleh kelompok GM dianggap ulah kelompok sebelah. Begitu juga ketika terjadi sesuatu pada UAS dan HRS tuduhan serupa juga muncul.
Yang dikedepankan dan menguat bukan lagi ukhwah islamiyah tapi “ukhuwah ormasiyah” atau ukhuwah kelompok.
Yang mengemuka ego, fanatik dan sentimen sektoral atau ormasnya. Bukan ego, sentimen, fanatik atau ghirah keislamannya.

Hal ini Terjadi karena 3 hal:
1. Mulai berkurang atau tidak adanya rasa persaudaraan dan persatuan diantara sesama ummat islam (disamping disebabkan faktor internal, ini juga tidak terlepas krn faktor external, yaitu adanya skenario yang sistematis untuk mengadu sesama ummat islam, sebagai bagian dari konspirasi untuk melemahkan ummat islam. Semoga kita menyadarinya)

2. Kurangnya mengedepankan Akhlakul karimah dalam bersikap. Sehingga tidak ada saling menasehati, yang ada saling menyalahkan, mencela, menghujat, dst. Karenanya perlu kita kembali menggali dan mengedepankan nilai nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari hari.

3. Kebuntuan komonikasi diantara elit dan ormas islam. Monggo kita jebol sekat sekat yag ada diantara kita. Bersama membangun NKRI yang kita cintai & menebarkan islam yang rahmatan lilalamin.

Adanya 3 faktor tersebut marilah kita akhiri dgn membuka lembaran baru, mengembangkan semangat persaudaraan, hilangkan permusuhan, mengembalikan dan menghidupkan kembali semangat ukhwah islamiyah bukan ukhwah ormasiyah….
Monggo kita hayati Sabda Baginda Nabi:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” [Shahih Muslim No.4684]

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukmin dalam saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain merasa susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

الْمُؤْمِنُ مِرَآةُ أَخِيْهِ، إِذَا رَأَى فِيْهِ عَيْباً أَصْلَحَهُ

“Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Jika dia melihat suatu aib pada diri saudaranya, maka dia memperbaikinya.” [sanad Hasan]

Salam Ukhwah Ibnu Badri.
Semoga Bermanfaat

 

Penulis : KH Tauhidullah Badri

Publisher : Sanusi 

Komentar

Informasi Terbaru