oleh

GM & Muhasabah Bagi Da’i…

GM & Muhasabah Bagi Da’i…

(03-12-2019) Apa yang terjadi pada GM sehubungan dengan isi ceramahnya tentang mu’jizat kelahiran Nabi (rasanya menurut hemat penulis jika dicermati pidatonya sacara utuh) memang tidak ada unsur kesengajaan untuk merendahkan apalagi menghina Nabi.

Tapi ada dua poin penting yang menjadi kesalahan GM, dan ini juga patut menjadi bahan muhasabah bagi seluruh muballingh atau pendakwah.
1. Materi da’wah yang tidak dilandasi dalil atau pijakan refrensi yang kuat. Lebih mengedepankan akal-akalan, liberal, liar dan tidak punya landasan (agama atau historis) dan tidak didasari manhaj yang jelas.

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللهِ

“Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun” (Al-Qashshash:50)

2. Mengedepankan pendekatan humor agar apa yang disampaikan bisa menghibur pendengar, walaupun apa yang diutarakan tidak ada dasarnya bahkan dusta. Dan ini yang dinasehatkan oleh Nabi untuk dihindari.

لاَ يُؤْمِنُ الْعَبْدُ الإِيمَانَ كُلَّهُ حَتَّى يَتْرُكَ الْكَذِبَ فِى الْمُزَاحَةِ وَيَتْرُكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ صَادِقاً

“Seseorang tidak dikatakan beriman seluruhnya sampai ia meninggalkan dusta saat bercanda dan ia meninggalkan debat walau itu benar.” (HR. Ahmad 2: 352)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

“Celakalah bagi yang berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Daud no. 4990 dan Tirmidzi no. 3315)

Semoga GM & kita semua bisa mengambil ibrah. Semoga Bermanfaat.

 

Penulis : KH Tauhidullah Badri

Publisher : Sanusi Wardana

Komentar

Informasi Terbaru