oleh

Idul Khotmi Ke-226 dan Haul KH. Badri Mashduqi ke-17 di Besuki

IDUL KHOTMI KE-226 DAN HAUL SYAIKH BADRI KE-17 BESUKI SITUBONDO

Besuki Situbondo, 16 Maret 2019—Besarnya perhatian para ikhwan dan _muhibbin_ Tarekat Tijaniyah dalam menghadiri acara _Idul Khotmi Regional ke-226 Sayyidissyaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijani R.a. dan Haul Syaikh Badri Mashduqi ke-17,_ berlangsung meriah, Sabtu, 16 Maret 2019, di Besuki Situbondo, menunjukkan bahwa peran sosok Almarhum Syaikh Badri Mashduqi sangatlah besar. KH.Badri Mashduqi adalah perintis berdirinya kegiatan ini, sampai sekarang, kegiatan Tarekat Tijaniyah terus menggema di sana dan semakin berkembang.

Dalam acara ini, sholat maghrib terlebih dulu dan yang menjadi imam sholat, KH.M.Jaiz Badri. Dilanjutkan dengan pembacaan sholawat atau manaqib Syaikh Ahmad Tijani. Selanjutnya dimulai acaranya dengan MC, ust. Mastur Zaini dari Bondowoso. Berikutnya, dilanjutkan pada sambutan-sambutan.

“Jasadnya memang meninggalkan kita tapi ruh dan bimbingannya tetap menuntun kita,” begitulah KH.M.Jaiz Badri dalam sambutannya atas nama pelaksana acara dan Dzurriyah Alm. KH.Badri Mashduqi.

“Pendopo ini (tempat diselenggarakan acara Idul Khotmi Syaikh Ahmad Tijani dan Haul KH.Badri Mashduqi) mempunyai nilai sejarah, yakni tempat awal lahirnya Kabupaten Situbondo dan Karesidenan Besuki. Dengan diselenggarakannya acara Idul Khotmi Syaikh Ahmad Tijani dan Haul KH.Badri Mashduqi, di tempat ini, semoga menjadi kekuatan moral. Kiai Badri Mashduqi adalah ulama besar. Kita yang hadir di acara ini diharapkan bukan hanya mengikuti acara tapi juga belajar dari keikhlasan dan sikap KH.Badri Mashduqi. Beliau pemberani, pejuang tangguh, terutama dalam rangka menjaga benteng NKRI, seperti pada masanya, beliau berjuang dalam Gestapu PKI. Melalui acara ini, semoga Kabupaten Situbondo menjadi Kabupaten yang aman, tentram, masyarakatnya tetap berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” begitulah di antara sambutan, Hj. Zainiyah, atas nama pimpinan DPRD kabupaten Situbondo.

Acara ini dihadiri oleh para _Abna_ Almarhum KH.Badri Mashduqi, seperti, KH.M.Jaiz Badri, KH.Mustofa Quthbi Badri, MA., KH.Tauhidullah Badri, KH.Mohammad Muzayyan Badri, Nyai Shofiyah Badri, Nyai Zulfa Badri. Juga hadir, Dr.KH.Mukhlisin Sa’ad, MA. (Pengasuh PP Al-Mashduqiah Patokan Kraksaan), Kiai Haris (Muqaddam dari Lumajang). Juga hadir, Nyai Hamidah Badri.

Para Muballigh yang mengisi, KH.Muhyiddin dari Semarang. Pada siangnya beliau ini juga mengisi doa dan pesan serta kesannya tentang KH.Badri Mashduqi pada acara Halaqoh Sehari _Membedah Pemikiran dan Kiprah KH.Badri Mashduqi,_ berlangsung di Pondok Pesantren Badridduja Kraksaan. Seperti penyampaian Kiai Muhyiddin bahwa KH.Badri Mashduqi selalu hadir dalam mimpi walau beliau sudah tidak ada, masih terus membimbingnya.

Penceramah berikutnya, Abuya Syaikh Sholeh bin Syaikh Muhammad Ali Basalamah, Muqaddam dari Jatibarang Brebes Jawa Tengah. “Saya adalah pengagum Syaikhuna Badri Mashduqi. Pada tahun 1974, saya mulai mengenal beliau. Beliau Singa Podium,” tegas Abuya.

“Apa hanya kagum, apa pingin juga seperti beliau (KH.Badri Masgduqi)?,” tanya Abuya kepada para ikhwan yang hadir.

Melalui ceramahnya, Abuya Syaikh Sholeh memberikan resep, KUNCI SUKSES, ada tiga: _Pertama,_ Niyatun Sholihah (Niat yang baik). “Jangan ada di dalam dada kita niat yang jelek. Buang niat yang jelek! Dengan niat yang baik kita akan diberi sukses oleh Allah,” motivasi Syaikh Sholeh kepada para ikhwan. _Kedua, Himmatun ‘Aliyah_ (Semangat yang tinggi). Kepada pada ikhwan, Syaikh Sholeh memberikan contohnya, ketika Idul Khotmi di Rembang, akhir sebelum Syaikhuna Badri Mashduqi wafat, menggunakan kursi roda, beliau masih semangat mengisinya. _Ketiga, Sakhawatus Shodri_ (Hati yang selalu mencintai Allah). Begitulah kunci sukses yang disampaikan Abuya Syaikh Sholeh.

Acara berikutnya, pembacaan Tahlil, dipimpin oleh KH.Tauhidullah Badri. Selanjutnya, pembacaan Doa, dipimpin oleh Kiai Haris (Muqaddam yang mendapat bai’at dari Almarhum syaikh Badri Mashdiqi) dari Lumajang. Acara selesai

 

Penulis : Saifullah

Publisher : Sanusi Wardana

Komentar

Informasi Terbaru