oleh

Kemajuan Pesantren Badridduja Periode Kedua

Setelah kepemimpinan pertama pendiri dan pengasuh pesantren Badridduja (KH.Badri Mashduqi)—Kepemimpinan pertama, KH.Badri Mashduqi, wafat pada tahun 2002—, dan selanjutnya, periode kedua, pesantren Badridduja dipimpin oleh KH.Tauhidullah Badri. Berikut penulis rekam tentang pengembangan pesantren Badridduja pada kepemimpinan kedua:

1. Perubahan Notaris Yayasan, Manajemen/Kepengurusan dan Kegiatan Yayasan

Nama yayasan pada masa KH.Badri Mashduqi bernama, Yayasan Pendidikan Islam Badridduja. Dan pada masa kepemimpinan berikutnya, nama yayasan berubah menjadi, “YAYASAN BADRIDDUJA” dengan notaris baru lengkap dengan legalitas Menkumham.

Manajemen dan kepengurusan Yayasan Badridduja saat ini telah diadakan pembenahan-pembenahan. Manajemen lebih terbuka dan telah melakukan beberapa kali kegiatan pertemuan dalam rangka membangun yayasan yang lebih maju serta memberikan pemberdayaan melalui kegiatan Diklat serta supervisi kelas di masing-masing lembaga pendidikan (Madrasah/Sekolah).

Kepengurusan Yayasan Badridduja saat ini lebih jelas pembagian tugasnya. Berbeda pada masa kepemimpinan pertama. Pada masa KH.Badri Mashduqi, beliau merangkap, selain sebagai pengasuh pesantren beliau juga sebagai ketua Yayasan. Sejauh pengalaman penulis, pada masa itu, bisa dikatakan jarang terdapat rapat-rapat karena dirasa minimnya kepengurusan yang bergelut di dalamnya. Sedangkan kepengurusan yayasan pada periode kedua, yakni Yayasan Badridduja, lebih jelas pembagian tugasnya dan bahkan beberapa kali terdapat pengurus baru untuk melengkapinya, dengan tujuan agar pengurus yayasan lebih bertambah giat dan membawa kemajuan.

Kegiatan yang juga menjadi rutin dilaksanakan di tingkat yayasan, yaitu rapat dan silaturrahim Dewan Guru. Pada kesempatan ini, pengasuh dan ketua yayasan dipastikan mengikuti. Forum sulaturrahim ini berpindah-pindah di rumah masing-masing guru. Isi forum rapat ini, diawali dengan tawassulan dengan pembacaan surat al-Fatihah yang dihadiahkan kepada para pendiri pesantren Badridduja, diteruskan dengan pembacaan Yasin dan Tahlil, baru kemudian dilanjutkan dengan laporan kegiatan masing-masing lembaga, dan diisi pengarahan dari pengasuh, dan terakhir diisi doa. Selesai doa, jamuan (makan bersama).

2. Majelis Riasah Ma’ahid Badridduja

Majelis Riasah Ma’ahid Badridduja diketuai oleh putra tertua Almarhum KH.Badri Mashduqi, yaitu KH.Mustofa Qutbi Badri, MA.

3. Lembaga Baru di Bawah Naungan Yayasan Badridduja

Lembaga baru di bawah naungan Yayasan Badridduja saat ini bertambah dan sangat besar untuk membawa kemajuan pesantren. Yaitu, SMP dan SMA. Insya Allah untuk selanjutnya diberlakukan Madrasah Asas (Madrasah Madin) plus Tahfidz dan Tahfidzul Qur’an Anak-Anak.

4. Gedung Baru dan Perluasan Pesantren

Perkembangan yang sangat berarti untuk kemajuan pesantren Badridduja saat ini bisa dilihat dari megahnya gedung-gedung baru. Di antaranya, gedung SMP dan SMA ditambah Musholla.
Selain itu, pesantren Badridduja telah mempunyai perluasan tanah untuk kemajuan pesantren.

Gedung baru juga bisa dilihat, gedung Madrasah Aliyah lengkap dengan kantornya.

Gedung baru juga bisa dilihat, adanya kantor yayasan Badridduja, kantor Madrasah Asas, kantor perpustakaan, pondok bambu, pendopo pesantren, dan lain sebagainya.

5. Usaha-usaha Pesantren

Usaha-usaha pesantren saat ini bisa dilihat dengan semakin berkembangnya, seperti dengan Kopontren, LM3, dll.

6. Kegiatan yang Berhubungan dengan Wali Murid

– Kegiatan Ahad Wage
– Halal Bihalal Bersama Pengasuh, Pengurus, Asatidz, Wali Murid dan Santri
– Tasyakkuran Kelulusan
– Pengajian Maulid

7. Pengembangan Metode Baca Kitab dan Al-Qur’an

Pengembangan metode baca kitab, Al-Misbah. Dan metode baca Al-Qur’an, yaitu At-Tanzil.

8. Kegiatan Pengabdian Santri

Pesantren Badridduja mempunyai kegiatan pengabdian santri selama satu tahun. Mereka tersebar tidak sebatas di kabupaten Probolinggo tapi juga di luar kabupaten Probolinggo, seperti di Lumajang dan Situbondo.

9. Pembentukan Organisasi Mitra Pesantren

Pada tahun 2017 yang lalu, pengasuh pesantren Badridduja telah melantik organisasi mitra pesantren:
– HASB Pusat
– HASB Probolinggo
– HASB Situbondo
– HASB Madura
– HASB Bondowoso
– HASB Lumajang dan Jember
– Paguyuban Alumni Jabodetabek
– Syaikh Badri Institute (SBI)
– Alumni Muda Peduli (AMP)
– Forum Mahasiswa Badridduja (FMB)
– B3M (Badridduja Berkiprah Bersama Masyarakat)

10. Pendidikan Integral (MTs dan MA Plus Madin Asas)

Pada tahun ini, MTs dan MA Badridduja diberlakukan integrasi pendidikan, yakni Plus Madin Asas. Diharapkan lulusan MTs dan MA mempunyai kompetensi keilmuan yang integral dan dapat mempunyai ijazah (sebagai persyaratan lulus), ijazah yang terpadu (ijazah MTs dan MA Plus Madin Asas).

Semoga Pesantren Badridduja bertambah jaya. Aamiin ya Robbal Alamiin.

Kraksaan, 15 Juli 2018

# Catatan tersebut adalah bagian dari upaya bagaimana Pesantren Badridduja bertambah maju dan lebih berkembang.

Saifullah (penulis buku Profil Pesantren Badridduja Kraksaan)
Publisher Abdullah Afyudi

Komentar

Informasi Terbaru