oleh

Kemulyaan Ka’bah (Oleh KH Tauhidullah Badri)

Kemulyaan Ka’bah

Ka’bah bukan hanya sebuah bangunan atau sebatas bongkahan batu. Ka’bah merupakan bangunan suci yg dimulyakan, menjadi qiblat ummat Islam diseluruh dunia, dan mnjd titik pusat pelaksanaan thawaf.

Dalam salah satu hadis disebutkan:

عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، قَالَ : دَخَلْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَيْتَ، فَجَلَسَ، فَحَمِدَ اللهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ، وَكَبَّرَ وَهَلَّلَ، ثُمَّ ماَلَ إِلَى مَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْبَيْتِ، فَوَضَعَ صَدْرَهُ عَلَيْهِ، وَخَدَّهُ وَيَدَيْهِ، ثُمَّ خَرَجَ فَأَقْبَلَ عَلىَ الْقِبْلَةِ وَهُوَ عَلَى الْبَابِ، فَقَالَ : هَذِهِ الْقِبْلَةُ، هَذِهِ الْقِبْلَةُ. أخرجه النسائي

Dari Usamah bin Zaid, ia berkata : “Saya pernah bersama Rasulullah shallahu alaihi wasallam memasuki Ka’bah, lalu beliau duduk dan memuji serta menyanjung Allah, lalu bertakbir dan bertahlil, kemudian beliau melangkah kedepan bagian Ka’bah dan meletakkan dadanya, pipinya dan dua tangannya (pada Ka’bah), lalu beliau keluar dan menghadap ke-arah kiblat sedang waktu itu beliau berada di pintu, lalu beliau bersabda : Ini adalah kiblat, ini adalah kiblat.”

Dlm hadis yg lain dari Abdullah bin Abbas r.anhuma, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Sesungguhnya dalam setiap hari, siang dan malam, seratus dua puluh rahmat Allah swt. turun di atas Ka’bah ini. Enam puluh di antaranya untuk orang-orang yang thawaf, 40 untuk orang-orang yang shalat, dan 20 untuk orang yang memandanginya.'” ( Ibnu ‘Ady dan Baihaqi, Durrul-Mantsur )

Melihat Ka’bah saja merupakan ibadah. Sbgmn diungkalkan Syaikh Said bin Musayyab rah.a. “Barangsiapa yang melihat Ka’bah dengan iman dan tasdiq, maka akan keluar dosa-dosanya sbgmn ia baru saja lahir.
Abus-Saib Madani rah.a. berkata, “Barangsiapa yang melihat Ka’bah dengan iman dan tasdiq, dosa-dosanya berguguran sebagaimana daun-daun berguguran dari pohonnya. Dan barangsiapa yang duduk di Masjidil-Haram dan hanya memandangi Baitullah terus-menerus, walaupun ia tidak mengerjakan thawaf dan shalat nawafil, itu masih lebih utama dibandingkan orang yang shalat nawafil di rumahnya dan tidak melihat Baitullah.
Atha’ rah.a. mengatakan bahwa melihat Baitullah itu juga ibadah, dan: orang yang melihat Baitullah itu seperti halnya orang yang Tahajjud pada malam hari, berpuasa pada siang hari, berjuang di jalan Allah, dan taubat kembali kepada Allah. Juga dinukilkah dari beliau bahwa melihat Baitullah satu kali itu pahalanya sama dengan ibadah nawafil selama satu tahun.
Imam Thawus berkata bahwa melihat Baitullah itu lebih utama daripada ibadah orang yang berpuasa dan bangun malam dan juga berjuang di jalah Allah. Ibrahim Nakhai rah.a. berkata bahwa orang yang melihat Baitullah itu sama dengan berusaha terus menerus dalam beribadah di luar Makkah (Durrul-Mantsur).
—————————————-
# Aktifitas Jamaah Di Depan Ka’bah.

Mayoritas aktifitas jamaah di depan ka’bah adalah melakukan thawaf (thawaf ifadhah, thawaf wada’ atau sunnah). Sebagian yg lain berdoa di tempat mustajab, ada juga yg shalat sunnah, berusaha masuk hijr Ismail atau berusaha mencium hajar aswad, atau sekedar duduk sambil membaca Al-Qur’an, dzikir dsb. Dan ada juga yg asyik berselfi ria.

Semoga Sampean & Keluarga bisa juga berada di tempat ini. Aamiin.

Makkah 2018

Oleh KH. Tauhidullah Badri

Komentar

Informasi Terbaru