oleh

Kesetiaan KH. Badri Mashduqi Terhadap Guru dan Pesantrennya

KESETIAN SYAIKHUNA KH. BADRI MASHDUQI TERHADAP GURU DAN PESANTRENNYA.

Hubungan PP. Badridduja Kraksaan dan PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo tidak bisa dipandang sebelah mata, disamping masih ada tali kekeluargaan juga tidak kalah pentingnya adalah nilai-nilai historis yang tercipta ketika Pengasuh dan pendiri PP. Badridduja (Syaikhuna KH. Badri Masdhuqi) masih nyantri di Pondok Pesantren Nurul Jadid semasa diasuh oleh Syaikhuna KH. Zaini Mun’im, dan hal itulah yang bisa kita ambil sebagai pelajaran (ibroh) terhadap kecintaan dan kesetiaan kita kepada guru dan sekaligus kepada tempat kita memperoleh ilmu.

Diceritakan oleh ust. Faizin (sekjend Pesantren Nurul Jadid) bahwa setelah Syaikhuna KH. Badri Masdhuqi menjadi alumni PP. Nurul Jadid dan mendirikan Pondok Pesantren Badridduja serta menjadi ulama’ terkenal, dan berkat keluasan ilmunya, bliau sering diundang sebagai Dosen tamu dan mengisi mata kuliah umum di IAINJ (Institut Agama Islam Nurul Jadid) dan juga sering menjadi motivator bagi santri-santri yg ada. Dan hal itu bliau lakukan hanya semata-mata menyebarkan ilmu dan meneruskan perjuangan gurunya Syaikhuna KH. Zaini Mun’im terhadap santri-santri senior dibawah asuhan gurunya tsb, bukan karena “bisyaroh” yang bakalan diterima bliau bahkan beliau sering menolaknya, hal ini bisa dinilai dri ketika suatu hari ust. Faizin mengundang bliau (KH. Badri Madhuqi) untuk menjadi dosen tamu di IAINJ.

Karna yang mengundang adalah Pesantren gurunya dan tempat bliau menimba ilmu dulu, maka bliau mengagalkan semua agenda dan undangan lain yang sebelumnya telah bliau sepakati, subhanallah…

Dari cerita tsb, dapat kita pahami bahwa meski gurunya telah tiada dan pesantrennya dipimpin dan diteruskan oleh putra-putrinya namun bliau Syaikhuna KH. Badri Masdhuqi meski menjadi ulama’ terkenal, disegani banyak orang, pandai, dan sebagai pendiri dan pengasuh pondok pesantren tidak mengurangi sedikitpun kecintaan, kesetiaan serta kepatuhan terhadap guru dan pesantrennya.
Lalu bagaimana dengan kita?..
Wallahu A’lam…(fm)

 

Publisher : Sanusi Wardana

 

Komentar

Informasi Terbaru