oleh

KH Romzi Al Amiri Mannan: Almarhum KH Muzayyan pada Hakikatnya Tidaklah Mati

KH Romzi Al Amiri Mannan: Almarhum KH Muzayyan pada Hakikatnya Tidaklah Mati.”

Ceramah KH Romzi Al Amiri Mannan, dari Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo, pada acara Tahlil ke-5 wafatnya KH Muzayyan (Jum’at, 7 Februari 2020), berlangsung di masjid Darussalam PP Badridduja Kraksaan Probolinggo. Berikut di antara petikan ceramahnya :

“Kematian bukanlah musibah biasa,” tegas Kiai Romzi.

“Masa hidup tidak sholat adalah musibah
Orang hidup tidak puasa adalah musibah
Orang hidup tidak pernah sedekah juga musibah
Mabudhu’ pesse (baca, pinjam meminjam uang dengan cara riba, red.) adalah musibah
Seorang anak bhengal (berani) pada orang tua adalah musibah
Seorang istri ‘berani’ pada suami adalah musibah
Lake bine pole biasa (Suami beristri lagi itu biasa), ha ha…” (Suasana jamaah agak ada ketawanya atas ceramah Kiai Romzi karena terdapat penyampaian ‘Laki bine pole biasa’)

Lebih lanjut KH Romzi menyatakan :

“Tahlil itu sedekahnya orang yang hidup kepada yang mati karena orang yang mati cari sangu untuk bekal menghadap kepada Allah SWT.”

Dalam hal inilah kemudian KH Romzi menegaskan :

“KH Muzayyan pada hakikatnya tidaklah mati.”

“Orang mukmin tidak mati hanya pindah tempat dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya,” tambah Kiai Romzi di hadapan para jamaah Tahlil yang semakin bersemangat mendengar ceramah Kiai Romzi, beliau ini (Kiai Romzi) masih terbilang paman almarhum KH Muzayyan.

Bahkan, tegas Kiai Romzi, “Innama al-mayyitu fi qobrihi ka al-ghariqi al-mughawwatsi, orang yang mati seperti orang yang tenggelam, lokcellokan (panggilan memohon pertolongan), butuh doa dari orang yang hidup.”

“Karena pindah tempat, “Rem-kerem” dari yang berada atau yang punya amatlah dibutuhkan bagi yang mati.”

Jadi, kesimpulan KH Romzi, “KH Muzayyan kalau dikirimi doa, Yasin dan Tahlil merasa bhunga (bahagia). Kenapa…? Butuh rem-kerem (sesuatu kiriman, seperti doa) dari yang hidup,” demikianlah penjelasan Kiai Romzi melalui acara Tahlil ke- 5 wafatnya KH Muzayyan.

Dengan harapan KH Romzi seraya mendoakannya buat almarhum KH Muzayyan:

“Semoga kiriman Yasin, Tahlil dan Doa diterima bungkol (utuh) oleh KH Muzayyan. Aamiin.”

 

Penulis : Saifullah

Publisher : Sanusi

Komentar

Informasi Terbaru