oleh

KH. Romzi Al Amiri Mannan: Wafatnya KH. Muzayyan Badri Merupakan I’tibar Bagi Kita

KH ROMZI AL AMIRI MANNAN :
WAFATNYA KH MUZAYYAN MERUPAKAN I’TIBAR BAGI KITA

KRAKSAAN—Tahlil ke-5 hari (Jum’at, 7 Februari 2020) dari wafatnya almarhum KH Muzayyan Badri yang berlangsung di masjid Darussalam PP Badridduja Kraksaan Probolinggo, diisi oleh KH Romzi Al Amiri Mannan, dari Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

Sebelumnya diawali pembukaan oleh KH Romly Syahir dari Ponpes Ulil Albab, Brumbungan Lor, Gending, Probolinggo, yang juga mewakili keluarga besar pesantren Badridduja serta dzurriyah almarhum KH Badri Mashduqi. Kiai Romly memberikan pengantar terlebih dulu dengan menghaturkan ucapan terima kasih atas kehadiran jamaah tahlil dan permohonan maaf serta mengawalinya dengan Tawassulan surat Al Fatihah.

Baru kemudian Kiai Romly menyampaikan dan memberikan kesempatannya, untuk pembacaan Yasin dipasrahkan kepada KH Masrur dari Ponpes Nurul Qadim Kalikajar Paiton. Setelah itu dilanjutkan pada Tahlil diserahkan kepada KH Sya’dullah Asy’ari (Ketua Umum Pengurus Masjid Agung Ar Raudlah, Kraksaan Probolinggo), untuk doa dipasrahkan kepada KH Zubairi Ilyas dari Ponpes Nurul Qadim Kalikajar Paiton Probolinggo.

Mau’idzoh yang disampaikan oleh KH Romzi Al Amiri Mannan, berikut :

“Adanya Tahlil semacam ini merupakan i’tibar pada diri dan kita semua,” tegas KH Romzi di hadapan jamaah Tahlil yang berlangsung di masjid Darussalam PP Badridduja, Kraksaan, Probolinggo.

“Bahwa dengan wafatnya KH Muzayyan Badri, yang sudah lima hari wafat, berarti umur kita sudah kurang lima hari lagi,” tegasnya lagi.

Sepertinya suasana jamaah Tahlil ketika penyampaian Kiai Romzi ini, membuat mereka menambah hening suasana jamaah, seraya mereka berharap dan sepertinya penasaran untuk terus menyimak isi ceramah Kiai Romzi.

KH. Romzi Al Amiri Mannan (PP. Nurul Jadid Paiton)

“Karena sudah kurang lima hari lagi secara tidak sadar berarti kuburan kita sudah semakin dekat,” tambah Kiai Romzi melanjutkan ceramahnya.

Dalam hal i’tibar, kemudian KH Romzi menyimpulakan, berikut ini :

“Dari i’tibar ini dipahami, apakah diri saya sendiri ataukah kita yang lebih dulu tiada ataukah sebaliknya?”

Hikmah dari ceramah Kiai Romzi, melalui acara Tahlil ke-5 hari wafatnya almarhum KH Muzayyan memberikan perhatian kepada kita agar kita lebih menyikapi bahwa kematian adalah sebagai i’tibar. Iā€™tibar biasa diartikan dengan mengambil ibrah atau mengambil pelajaran.

 

Penulis : Saifullah

Publisher : Sanusi

Komentar

Informasi Terbaru