oleh

Kiai Muzayyan dan Pelajaran Jitu Larangan Penggunaan Hp bagi Santri

KH MUZAYYAN DAN PELAJARAN JITU LARANGAN PENGGUNAAN HP BAGI SANTRI

Menghidupkan peraturan baru tidak semudah membalik kedua tapak tangan. Butuh proses dan butuh tindakan tegas seorang pimpinan di dalam setiap kesempatan sehingga mentaati peraturan dapat membudaya dalam hal kapan, dimana tempat dan siapa pun orangnya yang terlibatnya pada peraturan tersebut.

Jika peraturan mau ditaati, sejatinya memang menjalankan peraturan tak perlu kompromi atau tak ada tawar-menawar dengan siapa pun. Di sinilah pentingnya bagaimana peraturan ditegakkan atau dijalankannya.

Suatu ketika, saya baca di pengumuman di Pondok Pesantren Badridduja Kraksaan :

“Larangan Penggunaan HP bagi Santri.”

Ketika wali murid datang menemui santri di pesantren, sejak pengumuman ini keluar pastinya, santri, pengurus, wali santri, wajib mentaatinya. Tentu begitu seharusnya.

Biasanya si santri menelepon untuk keperluan misal, karena minta kiriman uang atau kebutuhan lainnya.

Dalam kesempatan yang berbeda, saya mendengarkan kisah langsung dari orang yang punya HP dan pada awalnya HP milik dia dipinjamkan kepada salah seorang santri. Pas kebetulan dilihat oleh KH Muzayyan si santri yang menelepon tersebut, dengan tanpa banyak saran, HP dia minta, lalu Kiai Muzayyan memberikan pelajaran dengan efek jera yang top dan jitu, HP-nya dilempar, centaaaaar…, HP sudah berserakan, antarkartu HP dengan HP-nya sendiri sudah tidak lagi menyatu.

Padahal sudah jelas-jelas larangan santri meminjam dan atau mendapatkan pinjaman HP sudah tidak lagi diperbolehkan alias dilarang. Kecuali hanya boleh apabila santri mau menelepon orang tua di rumahnya melalui telepon yang sudah disediakan pesantren. Artinya, HP atau telepon di Pesantren sudah tersedia, lha kok masih pinjam pada yang lain. Kan ajaib, aneh, ya nyeleneh.

Dari sinilah, saya sendiri tidak pernah memberikan kesempatan kepada santri dengan alasan apa pun atau bahkan kepada ponakan saya sekalipun yang berada di Pondok Pesantren Badridduja. Kepada ponakan saya sendiri sering saya sampaikan:

“Nak, HP di pesantren sudah dilarang. Taatilah peraturan pesantren biar kamu jadi anak yang taat aturan dan jadi santri yang berguna kelak di masyarakat…!”

Kraksaan, 6 Februari 2020

Penulis : Saifullah (Alumni PP Badridduja Kraksaan)

Publisher : Sanusi

Komentar

Informasi Terbaru