oleh

Kiai Tauhid Badri : Hikmah Perbedaan Sikap

Hikmah Perbedaan Sikap

Merebaknya virus Corona disikapi berbeda oleh para ulama’, baik ulama’ Indonesia ataupun ulama ‘luar negri. Ada yg mengedepankan sikap pencegahan sbgmn fatwa Ulama’ Al Azhar Mesir, sebagaimana juga MUI.
Ada sikap Habib Umar dan Habib Taufiq yang lebih menekankan untuk memperkuat keimanan kepada Allah.

Begitupun sikap kiyai pesantren, ada yang langsung meliburkan pondok pesantren dan membatalkan jadwal ceramahnya, namun ada Kyai yang bersikukuh tidak mau meliburkan Pondok Pesantren dan tetap berceramah seperti biasa, tidak takut terhadap virus corona.

Ada sebuah cuplikan video yang viral di medsos, dimana dalam video tersebut KH Agoes Ali Masyhuri Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat Lebo Sidoarjo menegaskan agar rakyat jangan mau ditakut-takuti dengan virus corona, ini semua hanya framing yang ujung-ujungnya nanti jualan vaksin anti virus. Jumlah korban kecelakaan sepeda motor jauh lebih banyak daripada korban virus corona, maka rakyat kecil terutama yang hidupnya susah tidak usah ikut-ikutan takut corona.

Ada juga video di mana Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf menyerukan agar majelis-majelis dzikir tetap jalan seperti biasa dan orang indonesia tidak usah ikut-ikutan share berita tentang corona. “hentikan share berita tentang corona” tegas Habib Syekh dalam sebuah video yang viral.

Begitu juga Pengajian rutin malam selasaan Badridduja, Ahbabul Mustofa, Majlis sholawat Syubband, Al Wali dll, tetap aktif dengn pengajian rutinannya.

Di sisi lain, Pondok Pesantren Tebuireng menutup Makam Pesantren yang biasanya menjadi magnet para peziarah dari seluruh penjuru indonesia bahkan dari luar negeri.

Ponpes Nurul Jadid Paiton juga menunda Haul dan Harlah Ke-71 dalam rangka mengantisipasi penyebaran corona.

Melihat perbedaan sikap Ulama’, Kyai dan pesantren dalam menghadapi isu corona tersebut, beliau-beliau sama-sama punya dalil, kita senantiada saling menghargai sikap tersebut.
Dan semuanya punya kepentingan yang sama, yaitu untuk kemaslahatan ummat, agama dan bangsa. Cuma cara dan penyikapannya yang berbeda, dan ummat tentunya sangat beruntung bisa memilih secara leluasa dari beberapa pendapat tersebut. Itulah perbedaan yang membawa rahmah.
Damai & Sejahtera Indonesia.

 

Penulis : Kiai Tauhidullah Badri

Publisher : Sanusi

Komentar

Informasi Terbaru