oleh

Kiai Tauhid: Skenario Indah Allah untuk Dik Muzayyan

SKENARIO INDAH ALLAH
UNTUK DIK MUZAYYAN..

Dari segi usia rasanya saya sebagai kakaknya semestianya lebih dulu menghadap ilahi. Tapi rupanya ada skenario atau taqdir terindah yang dipersiapkan oleh Allah sang pengatur kehidupan untuk Dik Muzayyan.

Keberangkatan beliau walaupun dlm keadaan sakit menuju Madinah (berziarah ke Rosulullah) dan selanjutnya melaksanakan ibadah umrah) merupakan bagian dari skenario indah dan anugrah Alllah untuk beliau, sesuai sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam :

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ قَالُوا وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ قَالَ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ

“Apabila Allah menghendaki kebaikan atas hamba-Nya, maka Ia memperkerjakannya?” Para sahabat bertanya, ‘Bagaimana Allah memperkerjakannya?’ Beliau menjawab, ”Allah memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum kematiannya.” (HR. Ahmad dan al-Tirmidi)

Bahkan dlm hadis yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا عَسَلَهُ؛ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا عَسَلُهُ؟ قَالَ: «يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ، ثُمَّ يَقْبِضُهُ عَلَيْهِ»

“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka Allah memberinya ’asal.
Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa maksud ‘asal dari-Nya?’
Beliau bersabda,
“Allah berikan taufiq untuk beramal soleh, kemudian Allah cabut nyawanya dalam keadaan atau sesudah beramal shaleh.” (HR. Ahmad 17784, Ibn Hibban 342, al-Hakim 1258 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Ziarah ke Rosulullah & Ibadah Umrah yang baru dikerjakan menjadi sarana bagi Allah untuk mewafatkan dik Muzayyan dalam keadaan HUSNUL KHOTIMAH.

Terlebih pahala umrah yang begitu banyak, diantaranya bisa menggugurkan dosa dosa dsb, jalan dari Allah untuk membersihkan dosa-dosa Dik Muzayyan sebelum menghadapNya dan untuk menuju kehidupan yang kekal abadi. Sesuai sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :

تَابِعُوا بين الحجِّ والعمرةِ ، فإنَّهما ينفيانِ الفقرَ والذنوبَ ، كما يَنفي الكيرُ خَبَثَ الحديدِ والذهبِ والفضةِ ….

“Iringilah ibadah haji dengan (memperbanyak) ibadah umrah (berikutnya), karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana alat peniup besi panas menghilangkan karat pada besi, emas dan perak….” [Hadits ini dikeluarkan oleh Imam at-Tirmidzi (810), dan an-Nasa-i (5/115), dan Ahmad (6/185)

Dalam hadis yang lain:

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: العمرةُ إلى العمرةِ كفَّارَةٌ لمَا بينَهمَا ..

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya…” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Begitu juga penyakit yang diderita beliau jalani dengan tabah, dan dengan ketabahannya akan mengartarkan beliau mendapat apa yang dijanjikan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya” (HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573.

Bahkan wafatnya di negara orang dan dalam keadaan sendirian tanpa ada keluarga yg mendampingi saat menghadapi kematian, semuanya merupakan bagian skenario indah Allah untuk beliau, krn meninggal ditempat asing atau dalam keadaan terasing baginya pahala syahid, sesuai sabda Nabi :

أخرجه الطبراني في “المعجم الكبير” (11/57) ، وابن عساكر في “تعزية المسلم” (79) ، من طريق عَمْرُو بْن الْحُصَيْنِ الْعُقَيْلِيُّ ، قال ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُلَاثَةَ ، عَنِ الْحَكَمِ بْنِ أَبَانَ ، عَنْ وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَوْتُ الْغَرِيبِ شَهَادَةٌ ……

Begitu indah akhir hayatmu, Insyaallah Husnul Khotimah bagimu.
Selamat jalan adinda, semoga kita berjumpa di Surga.

 

Penulis : Kiai Tauhidullah Badri

Publisher : Sanusi

Komentar

Informasi Terbaru