oleh

Kiswah Baru (Oleh KH. Tauhidullah Badri)

Kiswah Baru.

Jarang jamaah haji yg mengerti bahwa kiswah ka’bah berbeda dgn yg sebelumnya, karena sdh diganti dgn yg baru. Jika diperhatikan secara teliti dan cermat, baru akan tampak perbedaannya.

Kiswah sebagai kain penutup ka’bah tentu harus senantiasa tampak bersih dan indah, karenanya kebersihannya selalu terawat dan terjaga serta rutin diganti setiap setahun sekali. Karena kiswah akan kotor oleh debu ataupun tetesan hujan yang kadang turun di Makkah.

Secara tradisi kain kiswah di ganti setiap tahun pada tanggal 9 Dzulhijjah, pada saat seluruh jamaah haji sedang menunaikan wukuf di padang Arafah, kain kiswah lama biasanya akan di potong-potong dan di jadikan cendera mata, menurut catatan sejarah, tradisi penggantian kiswah yang di lakukan setiap tahun ini sudah ada sejak masa Khalifah Al-Mahdi yang merupakan penguasa dinasti Abbasiyyah ke-IV.

Tradisi tersebut bermula ketika Khalifah Al-Mahdi menunaikan ibadah haji, kemudian penjaga Ka’bah mengadu kepada beliau tentang kiswah yang pada saat itu mulai rapuh dan di khawatirkan akan jatuh, mendengar aduan yang memprihatinkan tersebut, sang Khalifah memerintahkan agar setiap tahun kiswah di ganti dengan yang baru.

Sejak saat itu, kiswah untuk Ka’bah selalu di ganti setiap tahun, dan menjadi sebuah tradisi yang harus selalu di jalankan, dengan demikian tidak ada lagi kiswah yang kondisinya memprihatinkan, demi menjaga keindahan, kemegahan serta keagungan Ka’bah, sebagai rumah ibadah yang paling suci dan paling di berkahi di muka bumi.
Bertepatan ketika Masjidil Haram sepi, setelah pelaksanaan shalat shubuh, biasanya sekitar 100 teknisi melakukan pemasangan kiswah baru dengan dibantu penenun ahli.

Memang pergantian kiswah Ka’bah di waktu wukuf Arafah sudah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan pengurus Masjidil Haram. Para petugas di Masjidil Haram pun bisa berkesempatan untuk menghabiskan hari-hari mereka berdoa di sekitar Ka’bah ataupun melakukan thowaf.

Kiswah Ka’bah itu sendiri dibuat dari sutera murni ditambah dengan benang emas yang jika ditotalkan mencapai biaya 22 juta riyal. Penutup Ka’bah itu pun dibuat di sebuah pabrik khusus dan dijaga oleh 240 pegawai yang terdiri dari teknisi, penenun dan administrator.

Setiap kiswah memiliki ukuran lebar 95 cm dan tinggi 9 meter. Dengan jumlah 47 buah, kiswah itu pun nantinya disatukan untuk menutupi setiap sudut Ka’bah yang menjadi bangunan suci umat islam.(dikutip dr bbrp sumber)

Smg yg membaca dimudahkan oleh Allah bisa berkunjung ke baitullah. Aamiin.

Makkah 2018

Oleh KH. Tauhidullah Badri

 

Publisher : Sanusi Wardana

Komentar

Informasi Terbaru