oleh

Lembaga Pendidikan di Pesantren Badridduja Kraksaan di Masa Periode Pertama 1967-2002

LEMBAGA-LEMBAGA PENDIDIKAN DI PESANTREN BADRIDDUJA KRAKSAAN PROBOLINGGO DI MASA PERIODE PERTAMA (1967-2002)

Kepemimpinan Pesantren Badridduja pada periode pertama, yaitu di masa kepemimpinan Alm.KH.Badri Mashduqi (1967-2002).

Alm.KH.Badri Mashduqi di masa kepemimpinannya telah berhasil merintis lembaga-lembaga pendidikan, sebagai berikut:

1. Raudlatul Athfal/RA Badridduja (berdiri 1969). Di antara nama-nama guru di Raudlatul Athfal Badridduja, yaitu, Ibu Husna, Ibu Salami, Ibu Sukarni, Ibu Habibah, Ibu Aisyah, Ibu Rusmiati, Ibu Sulastri, Ibu Samenten, Ibu Arisantri dan Ibu Lilik Hz;

2. Madrasah Ibtidaiyah/MI Badridduja (berdiri 1968). Pada tahun ini (1968), Pesantren Badridduja dapat membangun gedung Madrasah sebanyak 7 lokal, yang jumlah muridnya mencapai 400 anak, terdiri dari tetangga sekitar Pesantren Badridduja dan santri-santri yang telah ada sebelumnya di Pesantren ini. Pada waktu itu Madrasah dibuka sore hari. Pada tahun pelajaran baru, 1969, di Madrasah ini diadakan perubahan masuk sekolah dari sore menjadi pagi;

3. Madrasah Tsanawiyah/MTs Badridduja (berdiri 1972). Berdirinya Madrasah ini pertama kali menggunakan kurikulum Pondok Pesantren, yakni Salaf. Lima tahun kemudian, dilakukan perombakan kurikulum dengan diserapnya kurikulum dari Departemen Agama (pemerintah) dengan tujuan agar siswa-siswinya diharapkan dapat berkiprah dalam bidang-bidang tertentu, baik melalui pemerintahan maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan;

4. Madrasah Aliyah/MA Badridduja (berdiri 1980);

5. Madrasah Diniyah/Madin Badridduja (berdiri 1979). Siswa-siswi di Madrasah ini tidak hanya terbatas yang nyantri atau bermukim di dalam Pesantren tapi juga terdiri dari putra-putri masyarakat sekitar yang pagi harinya mereka masuk SD. Jadi, keberadaan Madrasah Diniyah ini juga memberikan angin segar, peluang emas kepada mereka untuk mengikuti pelajaran-pelajaran agama di sore hari. Dengan demikian, keberadaan Pesantren Badridduja melalui lembaga ini sekaligus memberikan pelayanannya kepada masyarakat yang putra-putri mereka ingin mendalami pelajaran agama;

6. Madrasah Asas lil Ulumil Islamiyah Badridduja lil Banin (berdiri 1984). Madrasah ini adalah Madrasah khas Pesantren Badridduja yang konsentrasi pelajarannya dititikberatkan kepada pendalaman kitab kuning. Sistim pengelolaannya langsung dalam kendali seorang Pengasuh Pesantren (KH.Badri Mashduqi). Pakaian pun berciri khas jubah putih. Dan pada tahun pelajaran 1408-1409 H./1988-1989 M., Madrasah ini telah mengirimkan 2 orang kadernya ke Nadwatul ‘Ulama Lucknow India, yang sekaligus merupakan pengakuan dari lembaga tersebut terhadap Madrasah Asas;

7. Madrasah Asas lil Ulumil Islamiyah Badridduja lil Banat (berdiri 1988/1989);

8. Madrasah Cabang di Desa Asembakor (Madrasah ini disebut pula dengan kampus Badridduja III, sedangkan kampus Badridduja II di Desa Patokan Kraksaan, yang sekarang berdiri Pondok Pesantren Al-Mashduqiyah (didirikan pada masa kepemimpinan Alm.KH.Badri Mashduqi), dan kampus I adalah di Pesantren Pusat, yakni di Badridduja, Kraksaan Wetan Kraksaan Probolinggo).

Madrasah Cabang di Asembakor atau kampus Badridduja III, yaitu Madrasah Ibtidaiyah/MI Nurul Abror. Pada 18 Desember 1980, KH.Badri Mashduqi membentuk panitia pembangunan MI yang bertempat di Kebonasem Desa Asembakor Kec. Kraksaan. Pada 14 Januari 1986, KH.Badri Mashduqi meresmikan Madrasah ini dengan diberi nama, Nurul Abror.

Kraksaan, 4 Agustus 2018

Saifullah (Penulis buku Profil Pesantren Badridduja Kraksaan Probolinggo)

 

Publisher : Sanusi Wardana

Komentar

Informasi Terbaru