oleh

LORA MUZAYYAN BADRI JALAN TERBAIK MAJU SEBAGAI WAKIL BUPATI PROBOLINGGO

Setelah KH.Tauhidullah Badri didaulat secara aklamasi menjadi Ketua Dewan Syuro PKB Kabupaten Probolinggo, langkah berikutnya, Mas Malik Haramain (Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo) meminta Nyai Zulfa Badri untuk dijadikan sebagai Wakil Bupatinya. Namun saat itu Nyai Zulfa merasa keberatan jabatan tersebut untuk disandangnya. Hal demikian telah ditegaskan oleh KH.Mustofa Qutbi Badri, MA. di hadapan jamaah Ziarah Maqbaroh Syaikhuna Badri Mashduqi yang diprakarsai oleh Himpunan Alumni Santri Badridduja (HASB) Probolinggo yang berlangsung Kamis kemarin (8/2/2018).

Dengan tegas KH.Musthofa Qutbi Badri menyatakan:

“Mas Malik, saya dulu yang pertama kali untuk meminta adik Zul (Nyai Zulfa Badri) berhenti atau keluar dari politik (saat itu Nyai Zulfa menjabat anggota DPRD di Kabupaten Probolinggo). Jadi bukan karena alasan takut tapi karena dia (Nyai Zulfa) mempunyai tanggung jawab,” tegas Kiai Musthofa.

Jadi, Nyai Zulfa mempunyai tanggung jawab untuk ngopeni santri-santri di Pesantrennya, Al-Mashduqiyah, Patokan Kraksaan dan bersama suaminya, KH.Dr.Mukhlisin Sa’ad, MA., mengurus jamaah haji, KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Nurul Haromain.

Dengan segala pertimbangan, KH.Tauhidullah Badri akhirnya mencari beberapa pilihan, mendatangi beberapa Pesantren, di antaranya, Zainul Hasan Genggong, Pesantren Nurul Jadid Paiton, dengan memohon masukan-masukan dan nasihat dari KH.Zuhri Zaini, ke KH.Abdul Jalal di Pesantren Nurul Qadim Kalikajar dan juga Habib Ja’far di Berani Kulon untuk menginventarisir nama-nama, siapa yang sekiranya cocok untuk mendampingi Mas Malik Haramain.

Dari sekian pertimbangan yang telah dilakukan itu, Mas Malik Haramain tetap berharap besar agar yang akan mendampingi dirinya dari putra Almarhum KH.Badri Mashduqi. Alasannya, sebagaimana ditegaskan oleh KH.Musthofa Qutbi Badri, MA. yang dinyatakan pada saat berlangsung kegiatan Ziaroh Maqbaroh Syaikhuna Badri Mashduqi, di Kraksaan, yang dipelopori oleh Himpunan Alumni Santri Badridduja (HASB) Probolinggo kemarin (Kamis, 8 Februari 2018):

“Mas Malik, mon sampean nyareyya potrana Abah, KH.Badri Mashduqi neka bede ale’ kaule se anyama, Muzayyan, ale’ se bungso, ta’ pernah memperkenalkan dirinya. Le’ Muzayyan orengnga narema, ahedmat ka Ponduq 24 jam, orengnga tak acem-macem, ta’ andi’ ambisi pa-ponapa. Tape le’ Muzayyan neka Mas Malik, harus diketahui, le’ Muzayyan neka orengnga ehlas, ta’ oneng la-nyala ka oreng. Le’ Muzayyan orengnga sabber… (Mas Malik, jika sampean ingin mencari putranya ayah, KH.Badri Mashduqi, ini ada adik saya yang bernama Muzayyan, adik bungsu yang tak pernah memperkenalkan dirinya. Dik Muzayyan, orangnya menerima, berkhidmat ke pondok dua puluh empat jam, orangnya tidak pernah bermacam-macam, tidak mempunyai ambisi apa pun. Tapi adik Muzayyan ini, Mas Malik, harus diketahui, orangnya ikhlas, tak pernah berbuat salah kepada orang. Adik Muzayyan adalah orangnya penyabar…).”

Dengan demikian, tampilnya Lora Muzayyan Badri menjadi calon Wakil Bupati Probolinggo mendampingi Mas Malik Haramain sebagai calon Bupati Probolinggo telah penuh pertimbangan yang matang dan melalui musyawarah yang intensif sesama keluarga.

KH.Musthofa Qutbi Badri, MA., menegaskan bahwa Lora Muzayyan maju menjadi wakil Bupati sebelumnya telah mendapat amanat dari KH.Zuhri Zaini untuk diniatkan dalam rangka menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Begitu juga nasihat dari Habib Ja’far, Muqaddam Tarekat Tijaniyah, di Berani Kulon, yang menyatakan, untuk tujuan ibadah.

Semoga majunya Lora Muzayyan Badri menjadi wakil Bupati Probolinggo mendampingi Mas Malik Haramain menjadi Bupati Probolinggo pada tahun ini (2018) akan membawa perubahan yang baik dan terbaik untuk rakyat Probolinggo.(saif).

Kraksaan, 9 Februari 2018

Komentar

Informasi Terbaru