oleh

Lora Muzayyan Sosok Pemimpin yang dapat Menghargai Posisi Kiai dan Habaib

“Jika saya ditakdirkan menjadi Wakil Bupati Kabupaten Probolinggo, saya tidak akan menghadirkan Para Kiai dan Habaib di Pendopo Kabupaten, tapi kamilah yang harus mendatangi ke dhalem Para Kiai dan Habaib. Sebab tidak ada artinya apa-apa jabatan dibandingkan kemuliaan Para Kiai dan Habaib”

Pernyataan Lora Muzayyan di atas disampaikan di hadapan publik, disaksikan oleh banyak kalangan yang hadir, waktu itu, sebelum mendaftar ke kantor KPUD Kabupaten Probolinggo (Kraksaan, 10 Januari 2018).

Pernyataan tersebut menunjukkan, betapa amat terhormatnya menempatkan posisi seorang Kiai dan Habaib.
Lora Muzayyan tentu berharap agar Kiai dan Habaib ditempatkan pada posisi yang terhormat dibandingkan posisi pengusaha atau pemerintah.

Misal ada sebagian kalangan bertanya, apa salahnya jika Kiai dan Habaib diundang di pendopo Kabupaten? Jika diundang untuk mengisi ceramah atau pidato mungkin saja tidak menjadi masalah. Yang justeru kemudian timbul tanda tanya, Kiai atau Habaib harus diundang untuk datang ke pendopo Kabupaten bukan untuk mengisi pengajian, ceramah atau pidato.

Dari pernyataan Lora Muzayyan di atas, mengundang Kiai dan Habaib di pendopo Kabupaten justeru itulah mempunyai makna tidak menghargai kemuliaan Kiai dan Habaib. Karena itu, Lora Muzayyan jika ditakdirkan jadi Wakil Bupati Probolinggo tidak akan mengundangnya ke pendopo Kabupaten tapi justeru Lora Muzayyan sendiri yang mau sowan atau datang langsung ke dhalem para Kiai dan Habaib.

Kraksaan, 16 Januari 2018

Saifullah (Pecinta Ulama, Kiai dan Habaib)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Terbaru