oleh

Manusia Lebih Butuh Kepada Ilmu dari pada Kepada Makanan & Minuman

Manusia Lebih Butuh Kepada Ilmu dari pada Kepada Makanan & Minuman

Manusia adalah makhluk Jasmani, Aqlani & Rohani. Karenanya manusia tidak hanya perlu makan dan minum untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya.

Sebagaimana juga memerlukan ilmu untuk keperluan akalnya (kebutuhan intelektual). Begitupun manusia perlu beribadah-berdzikir untuk memenuhi kebutuhan rohaninya (mental dan spritual).

Sehubungan dengan berhajatnya manusia kepada ilmu, Imam Ahmad bin Hanbal رحمه الله berkata :

النَّاسُ إِلَى الْعِلْمِ أَحْوَجُ مِنْهُمْ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ. لِأَنَّ الرَّجُلَ يَحْتَاجُ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ فِي الْيَوْمِ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ. وَحَاجَتُهُ إِلَى الْعِلْمِ بِعَدَدِ أَنْفَاسِهِ

Manusia berhajat terhadap ilmu, melebihi kebutuhannya terhadap makanan dan minuman. Hal itu karena seseorang membutuhkan makanan dan minuman hanya sekali atau dua kali (dalam sehari), adapun kebutuhannya terhadap ilmu sebanyak tarikan nafasnya.”

Ilmulah yang membedakan manusia dengan hewan, sebagaimana diungkapkan dalam maqalah:

ان الانسان إِنَّمَا يُمَيّز على غَيره من الْحَيَوَانَات بفضيلة الْعلم وَالْبَيَان وَإِلَّا فَغَيره من الدَّوَابّ وَالسِّبَاع أَكثر أكلا مِنْهُ واقوى بطشا وَأكْثر جماعا واولادا واطول اعمارا وَإِنَّمَا ميز على الدَّوَابّ والحيوانات بِعِلْمِهِ وَبَيَانه فَإِذا عدم الْعلم بقى مَعَه الْقدر الْمُشْتَرك بَينه وَبَين سَائِر الدَّوَابّ وَهِي الحيوانية الْمَحْضَة فَلَا يبْقى فِيهِ فضل عَلَيْهِم بل قد يبْقى شرا مِنْهُم

Sesungguhnya Manusia itu dibedakan dari binatang dengan adanya keutamaan ilmu dan bayan (penjelasan/wawasan/pengetahuan). Jika manusia tidak memilki ilmu, maka binatang melata dan binatang buas itu lebih banyak makan, lebih kuat, lebih banyak jima’, lebih banyak memiliki anak, dan lebih panjang umurnya daripada manusia. Manusia itu dibedakan dari binatang karena ilmu dan bayan yang dimilikinya. Jika keduanya tidak ada, maka yang tersisa adalah adanya sisi persamaan antara manusia dan binatang, yaitu ‘sifat kehewanan’ saja. Dan tidak ada keutamaan manusia atas binatang, bahkan bisa jadi manusia lebih jelek darinya.”

Bahkan ilmu merupakan cahaya bagi manusia agar bisa mengenal Allah & mencapai kebahagiaan yang sejati, sebagaimana disebut dalam kitab Tazkiratu-l-Qulub:

العلم نور يقذفه الله في القلوب، وانما منفعة العلم أن يقرب العبد من ربه ويبعد عن رؤية نفسه وذلك غاية السعادة ومنتهي طلبه وإرادته

“Ilmu adalah cahaya yang Allah pancarkan dalam hati. Hanya manfaat ilmu jika mampu mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhkan diri dari melihat diri sendiri. Inilah puncak kebahagian, dan permohonan serta keinginan pamungkas”.

Salam Ibn Badri.
– Suasana dipagi hari, sebagian Santri Badridduja saat mengaji Kitab Riyadhussalihin, Nashoihul Ibad ataupun Tafsir Jalalein.
Semoga Bermanfaat.

 

Penulis : KH. Tauhidullah Badri

Publisher : Sanusi Wardana

Komentar

Informasi Terbaru