Beranda Berita & Opini Menempuh Jalan Yang Mulya (Oleh KH. Tauhidullah Badri)

Menempuh Jalan Yang Mulya (Oleh KH. Tauhidullah Badri)

99
0

Menempuh Jalan Orang Mulya

Hidup adalah pilihan, mengikuti jalan yang di Ridhoi Ilahi atau sebaliknya. Mau menjadi pribadi yang mulya atau pribadi yang hina, Kita bebas memilih. Mulya tidaknya seseorang tergantung perilaku, sikap dan tutur katanya.

Suatu ketika, Nabi Isa dicaci-maki,
dan beliau mendoakan kebaikan untuk pencacinya.
Orang tersebut mencaci lagi,
beliau membalasnya dengan doa kebaikan.
Kemudian dicaci lagi untuk ketiga kalinya,
tetap saja beliau mendoakannya.
Lalu, salah seorang pengikutnya bertanya,
Wahai Nabi Isa, orang ini tidak memujimu atau memberi kebaikan untukmu. Malah Ia mencacimu, tapi engkau malah mendoakannya?“
Nabi Isa menjawab:
“Setiap orang memberi apa yang dia miliki.” Itulah yg Dia miliki (cacian) dan saya hanya memiliki ini (doa).“

Mau contoh yang mana?
mencaci atau mendoakan?
Mau Menempuh perilaku terpuji orang² Mulya, atau perilaku tercela orang² yang hina. Pilihan ada pada kita.

Dalam sebuah hadis dari Abu Dzar radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

كَمَا لَا يُجْتَنَى مِنَ الشَّوْكِ الْعِنَبُ لَا يَنْزِلُ الْفُجَّارُ مَنَازِلَ الْأَبْرَارِ، وَهُمَا طَرِيقَانِ فَأَيُّهُمَا أَخَذْتُمْ أَدَّتْكُمْ إِلَيْهِ

Sebagaimana duri tidak akan menghasilkan anggur, demikian juga orang-orang yang jahat tidak dapat menandingi kedudukan orang-orang yang baik (orang Sholeh/ orang yang beruntung). Sedangkan keduanya adalah jalan yang ditempuh (manusia), maka mana saja diantara keduanya yang kamu ambil itulah yang engkau dapatkan (kemulyaan atau kehinaan, Ridho atau murka Ilahi)” (Diriwayatkan Ibnu ‘Asakir, dishahihkan oleh syaikh Al-AlBani)

Semoga Bermanfaat.
Salam Ibnu Badri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here