oleh

Menggugah Santri, Kiai Badri Berikan Hadiah kepada Santri Berprestasi

Adalah KH.Badri Mashduqi, pendiri Pondok Pesantren Badridduja Kraksaan, biasa memberikan sejumlah hadiah, umumnya berupa sejumlah kitab dan buku kepada santri-santrinya.

Tsauri Sufyan (Kayumas Arjasa Situbondo), adalah di antara santri Kiai Badri, yang mendapat hadiah berupa Kamus Yunus. “Yang hafal duluan Imrithi Tashrif akan dikasih Kamus Yunus,” tegas Kiai Badri seraya memotivasi. Tsauri juga hafal, dari awal/lebih dari separuh, termasuk santri yang bernama Mahrus, hafal Safinatunnajah, hadiahnya dari Kiai BadriĀ  yaitu “Kamus Kita.”

Kepada santri-santri bisa menyelesaikan atau lulus Asas (Madrasah Asas Lil Ulumil Islamiyah Badridduja), terdapat hadiah khusus dari KH.Badri Mashduqi yaitu berupa buku dengan judul amat menarik dan menggugah santri untuk terus meningkatkan prestasi: “Siapa pun murid-murid saya yang nyampe’ 6-7 tahun akan dikasih buku TJITA-TJITA SAUDARA AKAN BERHASIL,” sebuah buku karya Sumantri Mertodipuro, jadikan hadiah untuk menggugah agar santri-santri Asas semakin termotivasi menyelesaikan kelulusannya. Buku dengan judul menarik itulah—jika mereka membaca buku tersebut—semakin terketuklah jiwa santri untuk menyelesaikan kelulusannya. Karena itulah, dari lulusan Madrasah Asas, pada tahun palajaran 1408-1409/1988-1988, Madrasah Asas telah mengirimkan 2 orang kadernya ke Nadwatul Ulama Lucknow India, yang sekaligus merupakan pengakuan dari lembaga tersebut terhadap Madrasah Asas.

Memang banyak santri Pondok Pesantren Badridduja yang pada masa Kiai Badri banyak mendapatkan hadiah-hadiah, yang umumnya bagi santri yang telah berprestasi mendapatkan kitab, buku dan kamus. Seperti Zainuddin (Pamekasan) mengkisahkan telah mendapat hadiah berupa sejumlah kitab, di antaranya, Bukhari Muslim. Munawar juga—sekarang guru MTs, MA Badridduja dan guru di PP Al-Mashduqiah Patokan Kraksaan—berkisah telah mendapatkan sejumlah buku kamus dan kitab, “Awal ceritanya, Kiai menyuruh untuk mengkhatamkan kamus Al-Munawwir sebanyak tiga kali, dengan janji akan dibelikan Al-Munawwir dan kitab lainnya. Setelah saya baca tiga kali selama berkisar 4 bulan, saya lapor ke Kiai bahwa sudah selesai. Pukul 4 sore, langsung Kiai menyuruh Hasi untuk membelikan hadiah, Al-Munawwir. Kiai melakukan tes dulu, setelah dipandang lulus, seketika itulah beliau membelinya, ya Hasi itulah yang ditugasi Kiai membeli ke Surabaya.”

Sejumlah kitab yang telah dihadiahkan oleh Alm.Kiai Badri kepada Ust.Munawar yaitu, Shahih Bukhari, Jami’usshaghir, Ihya’ Ulumuddin, Tafsir Shawi, Al-Luma,’ Al-Munawwir dan kitab kamus Al-Kalaly.

Dengan demikian, besarnya perhatian KH.Badri Mashduqi agar santri-santrinya semakin tergugah, bersemangat belajar sehingga cita-citanya mudah digapainya.

#Hasil wawancara bersam Ust.Tsauri Sufyan (Kayumas Arjasa Situbondo), Ust.Zainuddin (Pamekasan) dan Ust.Munawar (Paiton Probolinggo).

Penulis : Saifullah
Publisher : Abdullah Afyudi

Komentar

Informasi Terbaru