oleh

Menyikapi Bencana Banjir Oleh : Kiai Tauhidullah Badri

Menyikapi Bencana Banjir

Tidak perlu kita mencari siapa yang salah atau nyari kambing hitam terhadap musibah atau bencana banjir yang terjadi di beberapa daerah (khususnya di JaBoDeTaBek atau Jabar).
Tumbuhkan kepedulian, tenggang rasa, simpati & empati, seraya bermuhasabah. Bukan malah menyudutkan pihak tertentu. Minimal dengan berdoa untuk kebaikan sdr-sdr kita yang tertimpa bencana.

Syekh Sariy Saqathy pernah selama tiga puluh tahun beristighfar, memohon ampun kepada Allah atas ucapan “Alhamdulillah”.

Sebagaimana cerita beliau :“Terjadi kebakaran di Baghdad,” “lalu ada orang yang datang menemuiku dan mengabarkan bahwa tokoku selamat tidak ikut terbakar. Aku waktu itu spontan mengucap, Alhamdulillah! Maka ucapan itulah yang kusesali selama 30 tahun. Aku menyesali sikapku yang hanya mementingkan diri sendiri dan melupakan orang lain.”
Lantas bagaimana dengan sikap & perasaan kita? Monggo kita nata hati, buang ego, tumbuhkan empati….

Dan kita juga mengantisipasi scr dhohir & bathin, diantaranya dgn berdoa agar hujan tidak menimbulkan bencana di lingkungan kita:

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

“Ya Allah, turunkanlah hujan yg mendatangkan manfaat pada kami serta lingkungan sekitar kami, dan bukan membawa musibah bagi kami. Ya Allah, turukan lah hujan ke dataran tinggi (bukit), perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”

Seraya juga berdoa pada saat hujan mulai turun, agar mnjd hujan berkah dan bermanfaat dgn doa:

اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

“Ya Allah, turunkan hujan yang bermanfaat (untuk lingkungan, makhluk hidup: manusia, tumbuhan, dan binatang).”

Dan jg perbanyak berdzikir saat hujan turun:

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

“Kita diberi hujan (dari langit) karena karunia dan rahmat Allah.”

Semoga Bermanfaat.

 

Penulis : Kiai Tauhidullah Badri

Publisher : Sanusi

Komentar

Informasi Terbaru