Sabtu , November 17 2018
Home / Berita & Opini / NASIHAT HABIB ALI AL-HABSYI KEPADA PENUNTUT ILMU

NASIHAT HABIB ALI AL-HABSYI KEPADA PENUNTUT ILMU

NASIHAT HABIB ALI AL-HABSYI KEPADA PENUNTUT ILMU

Pada hari senin, 11 syawal 1322 H di Anisah, Habib Ali Al-Habsyi mengundang para pelajar dan menjamu mereka. Habib Ali Al-Habsyi berkata:
Ketahuilah, hari ini aku mengundang kalian dengan tujuan agar kalian bangkit dengan penuh semangat untuk menuntut ilmu. Ketahuilah, aib bagi para pelajar kalau ia tidak membawa bukunya.
Giatlah belajar, semoga Allah memberkahi kalian. Bersungguh-sungguhlah menuntut ilmu, perhatikan salaf kalian, mereka menghapal merbagai matan. Mereka telah hapal kitab Zubad, Mulhah, dan Alfiah di masa kecilnya. Setelah dewasa ada yang hapal kitab minhaj, irsyad, dan ada pulang yang telah hapal kitab ubab. Sedangkan kalian, satupun tidak ada yang hapal. Andaikan ada yang hapal, ia tidak paham dan tidak mengamalkan isinya.
Aku ingin setiap pelajar membawa alat tulisnya ketika mengikuti pelajaran, kemudian mencatat persoalan-persoalan yang telah di hapalnya. Ketahuilah, manfaat ilmu terletak pada pengamalan dan pencatatannya.
Pelajarilah cara mematikan hawa nafsu, pelajarilah adab. Tuntutlah ilmu, baik dari orang dewasa ataupun anak-anak. Jika yang mengajarkan ilmu jauh lebih muda, jangankan berkata: Kami tidak mau belajar kepadanya, aib bagi kami. Ketahuilah, Allah telah memberikan ia ilmu, meski ia masih kecil. Dengan belajar kepadanya, mengakui dan menghormatinya, Allah akan memuliakanmu sebagaiman ia telah memuliakannya.
Jauhilah dengki dan iri hati. Ketahuilah, kedua sifat ini dapat mencabut keberkahan ilmu. Ambillah manfaat dari setiap orang yang dapat memberimu manfaat. Andaikan seorang yang pekerjaannya merabuk tanah dengan kotoran hewan hendak memberimu manfaat, maka ambillah manfaat darinya.
Pelajarilah pelajaran yang hendak kalian bacakan di hadapan guru kaian. Denngan cara demikian kalian akan memetik banyak manfaat. Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi membaca pelajarannya sebanyak 25 kali sebelum mengikuti pelajaran gurunya. Dan beliau mengulang pelajarannya sebanyak 25 kali sesuai pelajaran. Adapun kalian, hanya membuka buku itu ketika telah berada di depan guru kalian. Lihatlah syikh Fakhrurrazi, ia mengulang pelajarannya sebanyak 1000 kali.
Ketika masih memnuntut ilmu di mekkah, setiap malam aku bersama kakaku Husein dan Alwi as-Seggaf mempelajari 12 kitab syarah dari al-M inhaj, lalu menghapal semuanya. Suatu ketika di akhir malam, ayahku keluar dari kamarnya dan mendapati kami sedang belajar. Beliau berkata: Wahai anak-anakku, kalian masih belajar? Semoga Allah memberkati kalian.
Ketahuilah, menghapal di waktu kecil seperti mengukir di atas batu. Manfaatkanlah masa muda kalian, masa lapang kalian dan tenaga kalain. Perhatikanlah bagai mana orang-orang tua menghadapi kesulitan ketika menghapal.

Semoga bermanfaat

 

Sumber “KH. Tauhidullah Badri”

Check Also

Pendirian dan Pemikiran Kh. Badri Mashduqi terhadap Pancasila

*PENDIRIAN DAN PEMIKIRAN KH.BADRI MASHDUQI TERHADAP PANCASILA* KH.Badri Mashduqi adalah sosok yang memiliki sikap tegas, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *