oleh

Nyai Maryamah, Budaya Silaturrahim, Dermawan dan Toleransi antarumat Beragama

Nyai Maryamah, Budaya Silaturrahim, Dermawan dan Toleransi antarumat Beragama

Nyai Hj. Maryamah Anshori (Pengasuh Pertama Santri Putri Pondok Pesantren Badridduja Kraksaan, Probolinggo) mempuyai budaya atau kebiasaan bersilaturrahim. Terutama kepada santrinya yang telah terjun ke masyarakat, beliau terbiasa bersilaturrahim dan sekalian membawa oleh-oleh buat mereka. Selain itu, Nyai Maryam itu dermawan dan mempunyai jiwa toleran antarumat beragama. Berikut kisah seorang santri beliau, Ustadzah Hanifah, Kayumas Arjasa Situbondo:

Sering Nyai Maryam silaturrahim, khususnya kepada santrinya, walaupun jauhnya seperti, yang ada di Jember, Muncar (Banyuwangi), Bondowoso dan Besuki (Situbondo). Kalau beliau silaturrahim selalu bawa oleh-oleh. Padahal silaturrahimnya Nyai itu kepada santrinya. Jadinya, santri yang didatangi beliau itu merasa tidak enak sendiri.

Nyai Maryamah itu juga dermawan. Seperti ada kelapa, buah-buahan seperti mangga, dikasi oleh Nyai kepada haddam dan santrinya. Beliau tidak menyimpan makanan untuk dirinya tapi justeru makanan yang ada diberikannya.

Tiap tanggal 10 Ramadhan Nyai Maryam rutin mengantarkan bingkisan hari Raya Idul Fitri. Bingkisan tidak hanya diantarkannya kepada orang Islam, yang non Islam pun mendapat bagian. Jiwa toleransinya amat tinggi. Sangat menghargai agama lain. Terbukti tiap tanggal 10 Ramadhan selalu mengantarkan makanan seperti berupa kue bermacam-macam kue ke setiap teman-temannya walaupun beda agama. Kalau untuk para tetangga sekitar, Nyai menugaskan para santri dengan berjalan kaki. Sementara untuk yang jauh, seperti yang di Probolinggo dan Besuki (Situbondo) dengan menggunakan mobilnya.

Sebelum barang diantar, beliau memberikan catatan terlebih dulu agar tidak salah sasaran. Diantara yang biasa ngantarkan adalah saya, Watik dan santri-santri yang puasa di Pondok. Hebatnya lagi, beliau mengajari santri agar punya tradisi administrasi, cotohnya, bagaimana cara membuktikan, apakah barang tersebut betul-betul sampai kepada orangnya ataukah masih belum. Cara Nyai Maryam, setiap pihak atau santri yang ditugasi untuk mengantarkan barang disediakan atau disiapkanlah surat Tanda Terima. Kemudian tanda bukti ini diserahkan kembali kepada Nyai.

Semoga bermanfaat.

#Wawancara┬ábersama santri dan haddamah Nyai Maryamah Anshori, Ustadzah Hanifah, di Kayumas Arjasa Situbondo, pada hari Kamis-Sabtu (31 Januari – 2 Februari 2019).

 

Penulis :Saifullah (Ketua Syaikh Badri Institute)

Publisher : Sanusi Wardana

Komentar

Informasi Terbaru