oleh

Oleh Kiai Tauhidullah Badri “Ilmu Yang Bermanfaat”

“ILMU YANG BERMANFAAT (1)”

العلمُ النَّافِعُ هُوَالَّذى يَنْبَسِطُ فىِ الصَّدْرِ شعاعهُ وَيَنكَشِفُ بهِ عن القلبِ قناعهُ
“ Ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu yang sinarnya bisa meluas dalam dada, dan bisa membuka penutup hati.”

Ilmu yang manfaat yaitu ilmu hati, yang bisa membersihkan hati dari kotoran-kotoran hati, mulai dari aibnya nafsu, aibnya hati, aibnya ruh, dan aibnya sir, dan setelah bersih akan terisi dengan sifat kamal, seperti iman, yaqin, tumu’ninah, muroqobah, musyahadah dan akhlaq-akhlaq hasanah lainnya.
Sinarnya ilmu yang meluas di dada yaitu munculnya yaqin, ridho, taslim (pasrah), merasakan manisnya iman, dan munculnya ma’rifat, dan itu semua akan menimbulkan rasa takut dan malu kepada الله, tenang dan tumu’ninah dan akhlaq-akhlaq hasanah lainnya.
Dan ilmu yang bisa membuka penutup hati seperti ghoflah (lupa kepada الله), adapun sebabnya ghoflah yaitu : ridho dengan hawa nafsunya, sebabnya ridho dengan hawa nafsu yaitu : cinta pada dunia, dan cinta dunia itu pangkal dari pada dosa/ kesalahan, yang akan menimbulkan hasud, sombong, marah, benci, bakhil, cinta kedudukan, kerasnya hati dan sifat-sifat tercela lainnya.

Dan barang siapa hatinya telah terbuka dari sifat-sifat tercela tersebut, maka akan muncul sinarnya ilmu. Karena Ilmu billah itu Nur/ cahaya dalam hati.
Syeikh Junaid berkata : Ilu itu ialah mengenal Tuhanmu dan tidak melampaui kedudukan dirimu (kedudukan hamba).

Nabi Dawud عليه السلام Berkata : Ilmu dalam dada bagaikan lampu dalam rumah. Imam Malik رضي الله عنه berkata : Yang bernama ilmu itu bukannya kepandaian atau banyaknya meriwayatkan, tetapi ilmu itu hanya Nur yang diturunkan الله ke dalam hati manusia, dan berguna untuk mendekatkan diri manusia kepada الله, dan menjauhkannya dari kesombongan.

خيرُالعلمِ ماكانَتِ الخشيَةُ معهُ
“Sebaik-baik ilmu yaitu yang disertai khosyyah ( takut yang disertai mengagungkan الله).”

Ilmu yang tidak disertai khosyyah itu tidak ada kebaikannya sama sekali, sebab khosyyah itu sebagai hujjah/ bukinya ilmu.

الله berfirman : “Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada الله dari para hambaku itu, hanya orang-orang alim(berilmu).

 

 

Penulis :  Kiai Tauhidullah Badri

Publisher : Sanusi Wardana

Komentar

Informasi Terbaru