Sabtu , November 17 2018
Home / Berita & Opini / Pendirian dan Pemikiran Kh. Badri Mashduqi terhadap Pancasila

Pendirian dan Pemikiran Kh. Badri Mashduqi terhadap Pancasila

*PENDIRIAN DAN PEMIKIRAN KH.BADRI MASHDUQI TERHADAP PANCASILA*

KH.Badri Mashduqi adalah sosok yang memiliki sikap tegas, teguh dan kokoh memegang prinsip atau pendiriannya. Pendirian beliau tidak mudah diotak-atik oleh siapa pun. Terhadap pemerintah pun beliau tetap kritis dan lantang menyuarakan dan menegaskan agar Pancasila betul-betul dilaksanakan, tidak sebatas dijadikan slogan atau sekedar simbol belaka.

Seorang sahabat perjuangan KH.Badri Mashduqi, KH.Munir Kholili (Sentong, Krejengan, Probolinggo), menyatakan, “Saya masih ingat waktu dia mengisi kampanye di Wirolegi. Waktu itu, saya _mustami’,_ pendengar yang setia. Dengan berani, dan suara cukup lantang dia tegak berdiri di podium dan mengatakan bahwa dasar negara kita adalah Pancasila. Dia menegaskan agar Pancasila betul-betul dilaksanakan. Tidak sebatas menjadi simbol belaka. Menurut KH.Badri Mashduqi, Pancasila tidaklah bertentangan dengan agama. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, secara subtansial atau pada hakikatnya, sama dengan _Qul huwa Allahu Ahad._ KH.Badri Mashduqi membela Pancasila karena jiwa tauhid dan _aqidah_ terkandung di dalamnya. Perjuangan dia tidak untuk apa pun, selain untuk membela kebenaran. Oleh karena itu, dia sampai dipenjara.”

Selain itu, KH.Alawy Muhammad (Pengasuh Pesantren at-Taraqqi, Sampang, Madura), menyatakan, “KH.Badri Mashduqi adalah sosok pejuang yang tangguh dan teguh pendirian. Kenapa dia harus ditahan? Karena dia memang terkenal berani. Walaupun selalu diincar oleh penguasa atau oknum Orde Baru, dia tidak gentar dan surut. Itu memang pendiriannya. Di podium, KH.Badri Mashduqi lantang menyampaikan bahwa Pancasila itu dasar negara. Akan tetapi, dalam praktinya jika pemerintahan Indonesia tidak sesuai dengan nilai dan hakikat Pancasila maka dengan tegas dia mengkritiknya, “Kalau begitu, Pancasila itu _Pencak Silat, pencak pokolan;_ Pancasila yang seharusnya nilai-nilainya dijunjung tinggi malah dianggap rendah dan tak ada artinya.” Karena itulah KH.Badri Mashduqi sampai ditahan.”

Dilihat sekilas dari penampilannya, KH.Badri Mashduqi tidak tampak sebagai seorang kiai yang begitu banyak tahu tentang soal-soal di luar khazanah pesantren. Akan tetapi, ternyata Pengasuh Pesantren Badridduja Kraksaan ini memahami banyak soal di luar kepesantrenan dengan pemikiran-pemikiran cukup luas. Salah satunya adalah tentang Pancasila. Berikut KH.Badri Mashduqi menyatakan:

“Hal ini penting sekali kita ungkap secara tuntas biar orang mengerti duduk persoalan yang sebenarnya mengenai apa yang melatar belakangi munculnya Pancasila sebagai dasar, falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia dalam bernegara, sudah barang tentu bukan dalam beragama, sebab Pancasila bukan agama dan sebaliknya, agama bukan Pancasila. Dalam soal-soal ibadah, Pancasila amat memerlukan agama, sedang keselamatan agama harus mengakui kenyataan Pancasila. Dan bagi umat Islam tidak perlu sangsi dan ragu-ragu terhadap Pancasila, sebab isi Pancasila itu sendiri bila kita teliti secara seksama satu demi satu, nyata sekali, bukan merupakan refleksi atau pencerminan dari ajaran-ajaran agama lain, mustahil Pancasila ini muncul dalam panggung sejarah kenegaraan kita kalau tidak karena tertanamnya ajaran-ajaran Islam di persada Indonesia. Sebab, sila demi sila hanya klop bila pasangannya agama Islam. Makanya ucapan Bapak Menteri Agama RI, Letnan Jenderal H.Alamsyah Ratuperwiranegara bahwa Pancasila merupakan hadiah dan pengorbanan terbesar dari umat Islam Indonesia untuk persatuan dan kemerdekaan, bukan sekedar slogan kosong tapi benar-benar ucapan yang berbobot dan berlatar belakang nilai-nilai historis dokumenter yang faktual.”

#Referensi buku biografi KH.Badri Mashduqi dan makalah milik beliau.

*Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2018*

Kraksaan, 1 Oktober 2018

Saifullah (Ketua Syaikh Badri Institute)

 

  1. Publisher : Sanusi Wardana

Check Also

Kordinasi & Evaluasi Program HASB Probolinggo

RAPAT KOORDINASI & EVALUASI PROGRAM KEPENGURUSAN HASB PROBOLINGGO, AHAD 23 SEPTEMBER 2018 Di YAYASAN AL~CHANIFAH …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *