oleh

Pentingnya Menata Hati

PENTINGNYA MENATA HATI

_Taushiyah KH.Tauhidullah Badri (Pengasuh PP Badridduja), disampaikannya kepada Jamaah Shalat Ashar dan Santri Putra di Masjid Darussalam PP Badridduja, Kraksaan_

Dalam usia belum genap 10 tahun seseorang belum bisa memikirkan penampilannya. Memikirkan penampilan sesempurna mungkin tidaklah sama dengan usia anak SD. Lain halnya kalau sudah usia SMP atau MTs, biasanya dia sudah mulai berpenampilan lebih sempurna. Misal pakaiannya atau rambut disisirnya dengan minyak sehingga tampak begitu rapi nan indah. Apalagi misalnya sudah kenal dengan perempuan dia berusaha semaksimal mungkin agar penampilannya lebih ganteng, berpenampilan paling bagus.

Semestinya kalian tampil, mulai berpikir, peduli bukan hanya pada jasmani tapi hatinya juga ditata. Inilah Manajemen Qalbu, kata orang Jawa _Noto Hati_ : _”Kemuliaan seseorang bukan dengan fisiknya tapi hatinya yang bersih, di dalamnya ada keimanan.”_

_”Setampan apa pun seseorang tapi hatinya tidak bersih akan berdampak kepada kerasnya hati. Bila hatinya baik akan berdampak semakin baiknya akhlak dan pergaulan sesama penuh kasih sayang. Dengan kemuliaan hati akan tampak tutur kata yang baik pula. Tutur kata yang baik dan pergaulan baik antarsesama adalah cerminan hati yang bersih.”_

Ibarat teko yang berisi, ketika isi dituangkan ke dalam gelas, kalau isinya kopi ya keluarlah kopi. Apabila teko berisi air putih ya yang keluar adalah air yang putih.

Begitu juga hatinya yang bersih, sikap dan perilakunya juga akan bersih, kasih sayang sesamanya semakin tampak pula. Tapi kalau hatinya kotor maka yang tampak kemudian tingkah laku yang kotor. Karena itu berusahalah untuk menjadi baik hatinya. Beruntunglah orang yang bisa membersihkan hatinya.

Dengan apa caranya? Dengan dzikir dan doa. Sombong janganlah dibiarkan. Bila mati hatinya ya diasah dengan dzikir dan berdoa, mendekatkan diri kepada Allah. Bisa seseorang _sakha’_ (dermawan) karena hatinya bersih. Jangan pelihara penyakit _cerrek_ (pelit). Karena itulah perbanyaklah wirid, dzikir, mendekatkan diri kepada Allah agar hatinya bersih. Silakan kita berpenampilan yang bersih tapi hatinya juga bersih…!

  1. Kraksaan, 22 Februari 2019

Editor: Saifullah

Publisher : Sanusi Wardana

Komentar

Informasi Terbaru