Sabtu , November 17 2018
Home / Berita & Opini / Pentingnya Stabilitas dan Kesinambungan

Pentingnya Stabilitas dan Kesinambungan

PENTINGNYA STABILITAS DAN KESINAMBUNGAN

Melalui rapat Yayasan Badridduja yang berlangsung di Alastengah Besuk Probolinggo (di rumah Bapak Abdullah Afyudi, guru MA Badridduja), pada Jumat, 5 Januari 2018, KH.Tauhidullah Badri (Pengasuh Pondok Pesantren Badridduja) menyampaikan pengarahannya di hadapan para guru. Berikut ini kami tuliskan kembali isi pengarahannya:

“Pentingnya membangun stabilitas dan kesinambungan untuk menjalankan tugas-tugas dalam dunia pendidikan,” begitulah pengasuh menyampaikan seraya berharap agar Badridduja semakin berkembang dan berkualitas.

1. Antara Masa Lalu dan Masa Kini

“Alhamdulillah Badridduja punya modal sosial yang cukup, masya Allah. Itu masa lalu. Tapi tidak cukup hanya dengan masa lalu,” tegas KH.Tauhidullah.

Kiai Tauhid menyatakan seraya mengenang masa silam bahwa dunia pendidikan di masa Almarhum KH.Badri Mashduqi sungguh sangat mengagumkan, di antaranya, dengan adanya Madrasah Asas yang beliau rintis sehingga banyak melahirkan para alumni yang hebat (baca, menguasai kitab kuning) dan Madrasah Asas yang dirintisnya banyak dikenal oleh kalangan. Tapi itu masa lalu,” tegasnya.

Bagaimana Kiai Tauhid memberikan contoh negara-negara punya masa lalu tapi sekarang malah tidak punya masa lalu, tidak lagi berkembang.

“Irak punya masa lalu yang amat gemilang dan mempunyai sejarah atau masa keemasan, dengan Dinasti Abbasiyahnya, sekian abad menjadi negara superpower. Amerika tidak seberapa dibandingkan ketika itu. Itu masa lalu. Tapi sekarang Irak sudah ‘hancur lebur’. Bisa dilihat dari sejarahnya. Damascus Syiria pun, misalnya, dengan Dinasti Usmaniahnya, juga punya masa lalu, tapi kita lihat sekarang, negaranya sudah tak seperti masa dulu. Justru negara-negara yang tidak punya masa lalu, yang tidak punya peradaban yang gemilang justru sekarang yang berkembang. Contohnya orang-orang Badawy, Qatar, Dubay, alhamdulillah saya dua kali ke sana (ke Dubay). Di sana, di mana masyarakatnya yang dulu identik dengan dunia Arab pedalaman tapi sekarang malah negarannya berkembang, punya masa depan. Dilihat dari bangunannya begitu indah, dipermak sedemikian rupa dengan padang pasirnya yang begitu indah, hampir mengalahkan dunia eropa dan Amerika. Begitu juga Dubay, Libanon dan lain sebagainya.”

Pengasuh Pondok Pesantren Badridduja, KH.Tauhidullah Badri, juga mencontohkan pada Hp. “Nokia, dulu yang namanya Hp merek nokia, masya Allah. Itu dulu, tapi sekarang justru merek-merek Hp tidak lagi nokia, justeru yang ada merek Oppo, Linopo dan lain sebagainya.”

“Karena itulah pentingnya stabilitas dan kesinambungan,” tegas Kiai Tauhid.

Kiai Tauhid juga memberikan contoh-contoh Pesantren yang punya masa lalu, “Seperti Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Pesantren Zainul Hasan Genggong, di mana pondok-pondok tersebut mempunyai masa lalu dan sampai sekarang tetap stabil dan bisa berkesinambungan. Begitu juga Pesantren Badridduja, siapa yang tidak kenal Almarhum KH.Badri Mashduqi dengan Madrasah Asas yang dulu dirintisnya.”

“Tadi Ustadz Saifullah (alumni Madrasah Aliyah Badridduja) menyatakan bahwa pernah meraih juara satu lomba pidato di tingkat Kabupaten Probolinggo, tapi itu kan dulu (Ket. Suasana para guru di sini memunculnya suaranya ditambahkan ada sebagian yang lain penuh tawa…ha ha ha). Andai dulu dikembangkan bisa jadi seperti Ustadz Abdussomad yang lagi ngetren sekarang, misal (dikenal) US atau Ustadz Saifullah (penuh tawa para guru…ha ha ha). Di sinilah pentingnya kesinambungan,” tegas Kiai Tauhid.

Dari situlah Kiai Tauhid mengharapkan, bagaimana masa lalu yang telah sekian lama dirintis oleh Badridduja di masa KH.Badri Mashduqi bisa diwujudkan hingga sekarang agar pesantren kita berkualitas dan tetap menjadi Pesantren yang bonafide serta idaman masyarakat.

2. Antara wacana dan realitas

Kiai Tauhid memberikan harapan bagaimana kita tidak hanya mampu berwacana tapi bagaimana wacana itu bisa menjadi sebuah realitas. Dalam hal ini Kiai Tauhid sangat mengapresiasi upaya-upaya Ustadz Solahuddin Al-Ayyubi (Ketua Biro Pendidikan di Yayasan Badridduja), dengan upayanya dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di bawah naungan Yayasan Badridduja.

“Mengembangkan pendidikan yang berkualitas tidaklah sebatas wacana tapi bagaimana wacana tersebut mampu menjadi realitas yang berkesinambungan.”

Kesempatan di sini juga Kiai Tauhid memberikan apresiasi dengan peran yang dilakukan lembaga Syaikh Badri Institute (SBI), “Dengan seringnya melakukan kajian pemikiran KH.Badri Mashduqi amatlah bagus sebagai upaya menjaga dan mengembangkan pemikiran beliau. Tapi itu tidak cukup manakala tidak dikembangkan di tingkat realitas pendidikan yang ada di Pesantren Badridduja.”

3. Pentingnya Kekuatan Internal dan Eksternal

“Alhamdulillah, yang perlu kita banggakan saat ini, konsolidasi dan bergeraknya HASB (Himpunan Alumni Santri Badridduja), HASB semakin solid, seperti juga yang baru-baru ini, pengurus HASB Probolinggo dengan beragam kegiatan yang telah dilakukan (seperti Ziarah Maqbaroh KH.Badri Mashduqi dan agenda Haul dan Pengajian Bareng Pengasuh dengan kitab Riyadusshalihin serta agenda kegiatan lainnya). Persoalannya sekarang bagaimana dengan peran para alumni dalam mensosialisasikan Pondok kepada masyarakat dan upaya serta solusi untuk lembaga bisa dijawab oleh pihak internal (di dalam Pesantren). Karena itulah harapan saya, upaya-upaya para alumni haruslah diimbangi di tingkat internal Pesantren sendiri. Jangan sampai upaya para alumni dikecewakan dari dalam sendiri (Pesantren),” tegas Kiai Tauhid.

Dari penyampaian Kiai Tauhidullah di atas, beliau sangat mengharapkan bagaimana tiga poin tersebut, yakni pertama, antara masa lalu dan masa sekarang; kedua, antara wacana dan realitas; dan ketiga, antara kekuatan internal dan eksternal, dapatlah menjadikan kekuatan, berkesinambungan dan berjalan seiring seirama sehingga Pesantren Badridduja menjadi Pesantren yang berkembang, berkualitas dan menjadi pesantren yang betul-betul dapat diharapkan oleh masyarakat.

Terakhir, KH.Tauhidullah mengharapkan agar pengurus Yayasan Badridduja sering-sering melakukan pertemuan dalam rangka upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Pesantren dan lembaga-lembaga Badridduja.

Besuk Probolinggo, 5 Januari 2018

Saifullah (Notulis rapat Yayasan Badridduja yang berlangsung di Desa Alastengah Besuk Probolinggo)

 

Publisher : Sanusi Wardana

Check Also

Pendirian dan Pemikiran Kh. Badri Mashduqi terhadap Pancasila

*PENDIRIAN DAN PEMIKIRAN KH.BADRI MASHDUQI TERHADAP PANCASILA* KH.Badri Mashduqi adalah sosok yang memiliki sikap tegas, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *