Sabtu , November 17 2018
Home / Berita & Opini / Peran Pesantren dan Madrasah Diniyah Terhadap Mutu Pendidikan Lembaga Formal

Peran Pesantren dan Madrasah Diniyah Terhadap Mutu Pendidikan Lembaga Formal

PERAN PESANTREN & MADRASAH DINIAYAH TERHADAP MUTU PENDIDIKAN LEMBAGA FORMAL DIDALAMNYA

KRAKSAAN, Ahad, 11/02/2018 Guna meningkatkan mutu pendidikan di Pesantren Badridduja, melalui perwakilan MTs, MA dan Madin Asas, dan sebagian pengurus pesantren diantaranya : Nyai Zumroh Najiyah, M.Pd (Pengasuh Putri dan Kepala MTs Badridduja), Nyai Siti Khotijah, SHI (Pengasuh Putri), Ust. Amsori, M.Pd (Kepala MA Badridduja dan Biro Dikjar), Ust. Moh Roji (Kepala Madin Asas Badridduja), Ust. Iqro’ At-Tijany, S.Pd.I (Kepala Pesantren Badridduja), Ust. Nasirul Haq, M.Pd (Ka. Tata Usaha MTs Badriduja dan Kamtib), Ust. Sukron Sabar, M.Pd (Waka Kesiswaan MTs Badridduja), Yoyon Sukarno, S.Pd.I (Waka Kurikulum MA Badridduja), Ust. Saiful Bahri, S.Pd (Waka Kesiswaan MA. Badridduja) Ust. Muhammad Sanusi, S.Pd.I (Pengurus Pesantren dan Ka Tata Usaha MA. Badridduja),  Ust. Moh Sakhi (Ka Tata Usaha Madin asas dan Biro Pesantren)Ustazah Qurrotul Aini, S.Pd (Pengurus Pesantren dan Guru Madin Asas), Ustazah Nurul Laili (Pengurus Pesantren) mengadakan silaturrahim sekaligus study banding ke Pesantren Nurul Jadid Paiton. Disambut oleh beberapa jajaran pengasuh dan pengurus diantaranya adalah Gus Imdad Zuhri (Biro kepesantrenan), Gus Ahmad Zaki (Biro Keuangan), Gus Fahmi Abdul Haq (Biro Pengembangan), Ust. Faizin (Sekjend Pesantren) dan beberpa protokoler, acara tersebut berjalan hangat penuh dengan kekeluargaan.

Dari beberapa pemaparan dan beberapa jawaban yang diutarakan kami tentang hal-hal terkait dengan kepesantrenan, maka dapat disimpulkan bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid saat ini punya misi MENGEMBALIKAN PESANTREN KE KHITTOHNYA dan juga MENGEMBALIKAN MARWAH PESANTREN TERHADAP LEMBAGA-LEMBAGA DIDALAMNYA.

Seperti diketahui secara garis besar Pesantren adalah tempat mencari ilmu agama, oleh karenanya untuk menunjang tercapainya arti prsantren tersebut PP. Nurul Jadid mulai tahun pelajaran kemaren mengubah waktu Madrasah Diniyah yang biasanya sore atau malam dirubah menjadi pagi hari sebelum KBM formal dimulai dengan alokasi waktu dua jam setiap pertemuan, tidak berhenti disitu saja Pesantren Nurul Jadid menjadikan Madin sebagai penunjang utama keberlangsungan mutu pendidikan formal yang ada, sehingga antara Madin dan Formal menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, jika “Furudul Ainiyah” (target yg harus dicapai) salah satu siswa di Madin tidak tertuntaskan maka jangan harap siswa tersebut naik kelas atau lulus di lembaga formalnya dan atau dia bisa berhenti dari pondok tsb, sebagaimana yang ditegaskan oleh mantan biro kepesantrenan ( Gus Fahmi Abdul Haq ) yang di -iya-kan oleh kepala biro kepesantrenan yang baru ( Gus Imdad Zuhri). ” Hal ini kami lakukan hanya untuk mengembalikan arti pesantren sesungguhnya dan menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya ilmu agama, karna dizaman ini sedikit sekali minat santri mempelajari kitab-kitab salaf seperti dahulu, namun kami tidak menafikan akan pentingnya ilmu-ilmu umum yang ada di formal guna menjawab tantangan zaman ” lugas kiai muda yang penuh wibawa ini.

Dan juga guna mengembalikan Marwah pesantren, Pondok yang didirikan oleh KH. Zaini Mun’im tersebut menerapkan semua kegiatan dipesantren lewat satu pintu yaitu lewat kepengurusan pesantren, mereka melakukan perombakan besar-besaran terhadap kestrukturalan kepesantrenan dan menjadikan pesantren sebagai sentral pusat semua kegiatan, baik yang berkaitan dengan keseharian santri, keamanan, keungan, kepegawaian dan urusan kelembagaan yang ada dipesantren, tentunya dengan melibatkan individu yang ada dilembaga-lembaga tsb yang mumpuni di bidangnya, hal tsb bisa diliat dari adanya test pengurus yang dilakukan oleh dewan pengasuh untuk mengisi kestrukturalan pesantren.

Namun semua hal tsb tidak akan berjalan mulus jika tidak dibarengi dengan sistem menejemen yang baik dari segala unsur kepengurusan yang ada dipesantren, mulai dari pengasuh sampai ke tingkat kepala wilayah (asrama). Sebagaimana yang dijelaskan oleh Gus Fahmi Abdul Haq.

Dari pemaparan tsb, Pondok Pesantren Badridduja belajar banyak tentang pentingnya kestrukturalan pesantren terhadap keberlangsungan jalannya organ-organ dipesantren, juga pentingnya peran Madrasah Diniyah terhadap mutu pendidikan di lembaga formal yang ada. Sehingga diharapkan Pondok Pesantren Badridduja bukan hanya bisa mencetak orang-orang profesionalis dibidang akademik namun juga profesionalis dibidang agama.(fm).

(Sumber : Hasil study banding PP. Badridduja Kraksaan di PP. Nurul Jadid Paiton)

 

Publikasi : Sanusi Wardana

Check Also

Pendirian dan Pemikiran Kh. Badri Mashduqi terhadap Pancasila

*PENDIRIAN DAN PEMIKIRAN KH.BADRI MASHDUQI TERHADAP PANCASILA* KH.Badri Mashduqi adalah sosok yang memiliki sikap tegas, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *