oleh

Pesantren Badridduja dan Kantor NU Kraksaan

PESANTREN BADRIDDUJA DAN KANTOR NU KRAKSAAN

Sebelum NU cabang Kraksaan memiliki secara resmi kantor NU maka Pesantren Badridduja-lah yang dijadikan kantornya. Santri senior Pesantren Badridduja, KH.R.Amiruddin Jazuli (Sumenep), yang juga sempat menjadi pengurus Ansor dan IPNU cabang Kraksaan pada masa KH.Badri Mashduqi menjabat sebagai Rais NU cabang Kraksaan, Kiai Amir menyatakan bahwa keberadaan Pesantren Badridduja tidak bisa dilepas dengan sejarah kantor NU Kraksaan.

Pada masa NU cabang Kraksaan memiliki kantor sendiri, posisi strategis Kiai Badri menjabat Rais NU kraksaan, yakni mulai tahun 1975 sampai dengan 1984. Sebelum itu, beliau menjadi Ketua GP Ansor, Ketua Tanfidz NU Kraksaan satu periode serta pengurus Cabang IPNU Kraksaan yang pertama (salah satu diantara para perintis IPNU cabang Kraksaan).

Tentang pesantren Badridduja menjadi pusat atau kantor NU Kraksaan diakui oleh KH.Munir Kholili (Rais NU Kraksaan sekarang), “KH.Badri Mashduqi giat dalam kegiatan-kegiatan NU: rapat-rapat pengurus, pengajian-pengajian dan dakwah. Pada waktu NU cabang Kraksaan belum punya kantor sendiri, Pesantren Badridduja-lah yang dipakai untuk menjalankan program kegiatan NU,” tegas KH.Munir Kholili (baca, buku Kiai Bahtsul Masail Kiprah dan Keteladanan KH.Badri Mashduqi [Yogyakarta: Pustaka Pesantren, 2016, cetakan II], hal. 231).

Seiring waktu, setelah kantor NU cabang Kraksaan dipusatkan di Pesantren Badridduja dan pada masa KH.Badri Mashduqi masih menjabat sebagai Rais NU cabang Kraksaan, kemudian NU cabang Kraksaan memulai memiliki tanah dan gedung kantornya di Sidomukti Kraksaan seperti yang ada sekarang. Tentu saja kantor NU cabang Kraksaan yang ada sekarang ini sudah beberapa kali dilakukan perbaikannya atau direhab. Tentang dokumen peresmian kantor NU cabang Kraksaan yang pertama kali diresmikan itu saat ini (dokumen) dihimpun di sebuah lembaga Syaikh Badri Institute atau SBI.

 

Saifullah (Ketua Syaikh Badri Institute)

Komentar

Informasi Terbaru