oleh

Profil Singkat KH. M. Muzayyan Badri

PROFIL SINGKAT KH.MUZAYYAN BADRI

Sesuai kata pepatah, pengalaman adalah guru yang paling baik (The experiences is the best teacher). Pengalaman yang berangkat dari diri sendiri jauh lebih bermakna dibandingkan dengan pengalaman yang didapat dari orang lain. Pengalaman adalah rekam jejak kehidupan seseorang yang dapat dijadikan parameter bagi masyarakat maupun orang lain untuk mengukur seberapa baik kemampuan atau kapabilitas seseorang. Kita sebagai bangsa yang besar tentu menginginkan sosok pemimpin yang memiliki kemampuan dan track record baik di masa lalu maupun masa depan.

KH.Muzayyan Badri lahir setelah Indonesia menyelesaikan pemilu pada tahun 1977. Masa itu sang ayahandanya, KH.Badri Mashduqi, sedang getol-getolnya melawan pemerintah Orde Baru dengan keras dan berani dalam memperjuangkan asas Pancasila. Bagi kalangan masyarakat Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Jember, Lumajang dan Madura, nama ayahanda KH.Muzayyan (KH.Badri Mashduqi) tidaklah asing. Oleh karena itu, nama seorang Muzayyan Badri sudah dapat ditebak, KH.Muzayyan Badri adalah putra dari seorang ulama atau Kiai terkenal di Jawa Timur, dilahirkan di Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Tepatnya, KH.Muzayyan lahir pada tanggal 15 September 1978 silam, dari pasangan KH.Badri Mashduqi dan ibunda Nyai Maryamah Anshori.

Apabila dirunut dari belakang, KH.Muzayyan adalah masih keturunan keluarga keraton dan silsilahnya bersambung kepada Rasulullah SAW. Dari catatan KH.Raden Amiruddin Jazuli (santri senior Pondok Pesantren Badridduja) yang dimuat oleh Saifullah (penulis) di buku, “Kiai Bahstul Masa’il Kiprah dan Keteladanan KH.Badri Mashduqi,” dapatlah ditelusuri, sebagai berikut:
1. Nabi Muhammad SAW.
2. Sayyidah Fatimah az-Zahra
3. Sayyidina Husein bin Ali Karramallahu wajhah
4. Sayyidina Ali Zainal Abidin
5. Sayyidina Muhammad al-Baqir
6. Sayyidina Ja’far ash-Shadiq
7. Sayyidina Ali ar-Ridha
8. Sayyidina Muhammad an-Naqib
9. Sayyidina Isa ar-Rumi
10. Sayyidina Ahmad al-Muhajir Ilallah
11. Sayyidina ‘Ubaidillah
12. Sayyidina ‘Alawi
13. Sayyidina Muhammad
14. Sayyidina Alawi Muhammad
15. Sayyidina Ali Khali’ Qasim
16. Sayyidina Muhammad Shahibul Mirbath
17. Sayyidina ‘Alawi
18. Sayyidina Amir Abd.Malik
19. Sayyidina Abdullah ‘Udhma Khan
20. Sayyidina Syah Jalal
21. Sayyidina Jamaluddin Husain
22. Sayyidina Ibrahim Asmara
23. Maulana Ishaq
24. Maulana Ainul Yaqin (Sunan Giri)
25. Raden Kiai Qadhi (Suti Dhalem)
26. Raden Kiai Keddi Keraton (Panembahan Kulon)
27. Raden Kiai Zainal Abidin (Kiai Kubanyir Cendana)
28. Sayyidah Hasinah/Saina Limbung Bangkalan
29. Sayyidah Nyai Agung Farjan
30. Raden Kiai Abd. ‘Alam
31. Raden Kiai Ahmad Pangolo Pamekasan
32. Raden Sumowijoyo
33. Raden Kiai Ihsan
34. Raden Kiai Hadu
35. Raden Kiai Abd.Kafi
36. Raden KH.Miftahul Arifin
37. Raden KH.Mashduqi
38. Raden KH.Badri Mashduqi
39. KH.Muzayyan Badri

Jelas sekali, KH.Muzayyan Badri adalah berlatar belakang keagamaan (keislaman) yang kental dan dilahirkan di lingkungan masyarakat yang sangat kuat memegang tradisi dan kultur keagamaan dalam kehidupannya sehari-hari.

Pengalaman Pendidikan Kiai Muzayyan tidak hanya mengenyam pendidikan di Indonesia, beliau pun mempunyai pengalaman pendidikan di luar negeri, Damascus Syiria. Lebih jelasnya titel KH.Muzayyan Badri: KH.Muzayyan Badri, S.Pd.I, M.H.I.

Pengalaman organisasi KH.Muzayyan dapat diketahui, di antaranya, sebagai anggota ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) Orsat Damascus Syiria, wakil ketua PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia), Katib Ifadliyyah Idaroh Syu’biyyah Kraksaan periode 2016-2020, JATMAN (Jam’iyyah ahl at-Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah)

Selain itu, KH.Muzayyan pernah jadi wakil Ketua Dewan Tanfidz PAC PKB Kraksaan. Kiai Muzayyan juga pernah di Partai Demokrat.

Saat ini KH.Muzayyan Badri terus melaju menjadi Wakil Bupati Probolinggo bersama Bapak Malik Haromain (DPR RI) untuk periode 2018-2023.

Kraksaan, 4 Januari 2018

Saifullah (Penulis buku Biografi KH.Badri Mashduqi)

Komentar

Informasi Terbaru