oleh

Santri Badridduja dan Bacaan Sholawat Fatih

SANTRI BADRIDDUJA DAN BACAAN SHOLAWAT FATIH

Para santri di PONDOK PESANTREN BADRIDDUJA Kraksaan Probolinggo
menjadikan bacaan SHOLAWAT FATIH sebagai tradisi bacaan. Tradisi bacaan
ini dimulai sejak kepemimpinan Almaghfurlah KH. Badri Mashduqi di
Pesantren.
Kecerdsan seseorang walaupun terbatas bisa diasahnya dengan bacaan
Sholawat. Khusus dikalangan santri di PONDOK PESANTREN BADRIDDUJA
Kraksaan.

SHOLAWAT FATIH, yaitu Sholawat pembuka dari segala apa yang
terkunci, (Al-fatih limaa ughliq) adalah sebagai tradisi bacaannya, terutama
pada saat memulai dan mengakhiri belajar di Madrasah dan mengaji kitab.
Berikut ini KH. Badri Mashduqi berpesan :
“Santri itu diberi bacaan Sholawat sebagai pengasah otak. Seperti tape
kalau kopnya bagus sekali, merekamnya, melekat dan awet. Tapi kalau
kopnya jelek, maka perlu diasah, eossoen bi’ kapas (dicuci dengan kapas).
Begitu juga dengan orang, sekarang tidak semua orang punya otak seperti
tape recorder, walaupun bagus perlu diasah, apalagi yang tidak. Oleh karena itu, membacalah SHOLAWAT FATIH sebelum mengaji/membaca kitab dan sesudahnya”

Begitulah pesan KH.Badri Mashduqi yang disampaikan melalui Ustad Munawar Nawawi untuk disampaikannya kembali kepada semua santri.

Ustad Munawar Nawawi adalah Ikhwan Thoriqoh Tijaniyah, alumni dan sampai sekarang adalah Guru disalah satu lembaga dibawah naungan YAYASAN BADRIDDUJA.
Karena itulah santri-santri PONDOK PESANTREN BADRIDDUJA Kraksaan,
mulai dulu sampai sekarang pada saat memulai dan mengakhiri belajarnya
dengan mentradisikan bacaan SHOLAWAT FATIH.

(Wawancara dengan Ust. Munawar Nawawi di PONDOK PESANTREN BADRIDDUJA Kraksaan Probolinggo,

 
Penulis : Saifullah, S.Sos.I, M. Pd
Publisher : Sanusi Wardana

Komentar

Informasi Terbaru