oleh

Selamat Jalan Kiai Muzayyan; Ajal Kematian tidak bisa Maju dan Mundur sesaatpun

Ajal kematian tidak bisa maju & mundur sesaatpun.

Selamat Jalan Kyaiku. Insyaallah Husnul Khotimah.. Aamiin

Ketika mendengar kepergianMU guru, hati terasa sesak dan lidah terasa pilu untuk berucap serta jiwa terasa gemetar dan merasa tidak mungkin dengan kepergianMU namun itulah fakta dan nyata.

Allah berfirman dalam surat Al-A’raf Ayat 34 (7:34) : * ولكل امۃاجل فاذا جاٸ اجلهم لا یستاٸخرون ساعۃ ولا یستقدمون
(الاٸ عراف : ٣٤)
“Dan setiap ummat mempunyai Ajal (Batas Waktu). Apabila Ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaatpun”.

Pagi-pagi Alfaqir setelah turun dan selesai melaksanakan sholat Subuh bersama Aurad dan rutinitas 1 Juz setiap setelah Subuh. Alfaqir biasa langsung membuka HP. Yang biasa diceskan semalam suntuh.

Setelah hidup, ada banyak pesan WA yang masuk dan rame khususnya di group Yayasan BADRIDDUJA & Group HASB Probolinggo.

Dari beberapa pesan WA yang masuk ada salah satu info tentang Wafatnya AL-HB. HASYIM BIN YAHYA Assegaf. Dalam benak Alfaqir disamping pesan WA yang masuk tentang Wafatnya Hb. Hasyim BIN Yahya Assegaf, namun seakan-akan dalam benak Alfaqir juga yang Wafat KH. Mohammad Muzayyan Badri, namun belum ada kabar tentang Wafatnya beliau.

Pesan WA terus rame dan sangat banyak sekali tentang ucapan Duka untuk sang Habib. Namun tidak beberapa lama, Alfaqir mendapat pesan WA di Group HASB Probolinggo yang di shere oleh Ketua Hasb Probolinggo KH. Musthofa Miyono, S. Ag., bahwa beliau Wafat. Namun Hati Alfaqir agaknya masih belum menerima dengan hati kenyataan, karena di Group Yayasan belum ada info itu, namun beberapa detik kemudian, menyebar juga dan rame ucapan duka atas Wafatnya Beliau.

Dengan berbagai ucapan di Group Yayasan dan Group Hasb sudah rame tentang 2 kabar Wafatnya kedua seorang Ulama, Hb. Hasyim Bin Yahya Assegaf dan KH. Mohammad Muzayyan Badri.

Alfaqir sangking kaget dan merasa tercengang (seakan-akan lenglong & bengung), sehingga di group rame ucapan duka, Alfaqir belum mampu dan belum bisa menuliskan dengan kata-kata seperti biasanya sangking tertegunnya & bengungnya seakan-akan masih merasa penasaran dengan Wafatnya beliau, sampek-sampek Almukarromah Ny. Hj. Zumroh Najiyah mengirimkan pesan ke WA pribadi tentang Wafatnya Almkarrom KH. Mohammad Muzayyan Badri, padahal di group Yayasan dan Hasb sudah beredar.

Alfaqir tidak bisa menuliskan dengan kata-kata. Hati merasa Zonk, bengung seakan-akan tidak percaya, namun nyata. Semua jiwa dan raga Alfaqir agak gemettaran dan seakan-akan lenglong. Dan beberapa kali Alfaqir meneteskan air mata dengan tidak terasa.

Alfaqir sering berkumpul dan mendampingi beliau, yang sangat mengesankan ketika acara 40 hari Wafatnya Hj. Siti Jum’ati istri Bpk H. Syamhari Curah Sawo Gending sebelum berangkat umroh. Alfaqir berkumpul dan bersama Ramah – Tamah, namun Alfaqir melihat beliau beramah Tamah tidak seperti biasanya, berbagai menu dilahap seakan-akan beliau tdk akan makan lagi selama-lamanya.

Sebelum beliau berangkat melaksanakan umroh, Alfaqir biasa biasa sering komunikasi khusus nya tentang kapan berangkat umrohnya. Ketika Alfaqir bertanyak kepada beliau : *Kapan Njenengan mao berangkat Kyai, beliau menjawab: Insyaallah hari Kamis tanggal 23 Januari 2020, namun beliau tidak seprti biasanya, mohon doa kepada Alfaqir, dibenak Alfaqir biasanya kan Alfaqir yang mintak didoain. Kemudian Alfaqir mintak didoain semoga tahun depan umroh juga bersama Ibu dan Istri. Beliaunya mengamininya. Semoga Qobul …Amien.

Beliau sebagai ketua YAYASAN BADRIDDUJA & Alfaqir ditunjuk oleh Pengasuh KH. Tauhidullah Badri agar mendampingi beliau didalam menjalankan organisasi Yayasan Badridduja. Alhamdulillah, selama beliau mengurus Yayasan banyak sekali perkembangan dan kemajuan baik sarana dan prasarana gedung2 lembaga dan lain-lain serta beliau merintis kegiatan Rutinitas Rapat DEWAN GURU Yayasan Badridduja Jum’at pertama tiap bulan nya.

Kegiatan ini terus berjalan dan aktif, beliaunya selalu disiplin untuk hadir dan memulai acaranya dan yang terakhir bertepatan dirumah Alfaqir hari Jum’at tanggal 10 Januari 2020 bertepatan dengan acara 40 hari Wafatnya Nenek dan Selamettan Khitan putra tercinta Nanda Mohammad Fahmi Fatihurrobbani.

Semoga kegiatan ini akan terus berlanjut walaupun beliau sudah tiada sebagai amal jariyah dan Warisan untuk beliau serta Silaturrohim antar Dewan Guru Laporan perkembangan masing-masing lembaga.

Penyerahan Surat Waqaf ke Yayasan Badridduja

Disamping kemajuan dan perkembangan yang ada, pada hari Sabtu tanggal 1 Februari 2020 pukul 11.00-12.00 di PONDOK PESANTREN AL-MASHDUQIAH PATOKAN KRAKSAAN ada serah terima Tanah WAQOF dari keluarga Ibu Nurdina seluas 270 meter persegi dibelakang Dealer Lombok Mas Patokan Kraksaan untuk Pendidikan dan Tahfidz ke Yayasan Badridduja. Yang sedianya beliau yang akan merima langsung dan di akte sudah tertulis nama Beliau, namun karena beliau dipanggil oleh Allah sehinga digantikan oleh Alfaqir. Semoga menjadi Jariyah dan manfaat serta barokah. Amien….

Penandatanganan Surat Waqaf ke Yayasan Badridduja

Selama Alfaqir bersama dan mendampingi beliau banyak palajaran yang di ajarkan oleh beliau namun tidak tertulis dan tidak terbukukan, salah satunya beberapa sifat yg patut diteladani :
1. Beliau sangat Wara’
2. Beliau sangat Tawadhu’
3. Beliau sangat Qona’ah sederhana
4. Beliau juga sangat penyabar & Ikhlas
5. Irit bicara lebih banyak action (Langsung Kerja), sesuai dengan maqolah : لسان الحال افصح من لسان المقال
lebih baik banyak kerja dari pada hanya wacana dan retorika.

Itu prinsip yang diajarkan dan ditanamkan oleh beliau.

Semoga Alfaqir bisa meniru dan meneladani sifat-sifat yang dimilikinya dan diajarkan oleh beliau dan juga untuk semua santri dan kita semua berkumpul kelak disurga Firdaus. Amien…..

Alfatihah….3x.

Alfaqir :
Mohammad Akiduddin, S. Sos, M. Pd.

Ucapan Duka

MuridMU
Wakil Ketua Yayasan Badridduja & Kepala Sekolah
SMP BADRIDDUJA FULL DAY SCHOOL

KESAKSIAN

Beliau orang yg baik, Insyaallah beliau husnul khotimah. Selama sakit (penyakit kencing manis) beliau senantiasa tetap tabah dan masih bertekad mengantar jamaah umrah. Terlebih wafat beliau dalam kepulangan dari Madinah berziarah ke Maqam Rosulullullah & beribadah umrah, sesuai sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :

تَابِعُوا بين الحجِّ والعمرةِ ، فإنَّهما ينفيانِ الفقرَ والذنوبَ ، كما يَنفي الكيرُ خَبَثَ الحديدِ والذهبِ والفضةِ ….

“Iringilah ibadah haji dengan (memperbanyak) ibadah umrah (berikutnya), karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana alat peniup besi panas menghilangkan karat pada besi, emas dan perak….” [Hadits ini dikeluarkan oleh Imam at-Tirmidzi (810), dan an-Nasa-i (5/115), dan Ahmad (6/185)

Dalam hadis yg lain:

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: العمرةُ إلى العمرةِ كفَّارَةٌ لمَا بينَهمَا ..

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya…” (HR al-Bukhari dan Muslim).

(KH. Tauhidullah Badri Kakanda Beliau).

#Tanda Kemulyaan Al Magfur lahu
KH MUZAYYAN BADRI di sisi ALLAH SWT

Al Imam Ahmad bin hanbal dalam musnadnya menulis
باب فضل من مات غريبا
keutamaan meninggal dalam keadaan jauh dari keluarga
wafat dalam keadaan terasing dari sanak famili adalah salah satu “cara”ALLAH untuk memudahkan hambanya masuk ke dalam SORGANYA.
bahkan dlm sebuah riwayat ibnu majah dari IBNU ABBAS di sebutkan RASULULLAH bersabda:
موت غربة شهادة
meninggal dalam keterasingan adalah salah satu kesyahidan seseorang!!!

Wahai Adindaku tercinta ……
kembalilah ke ROBMU dg tauhidMU …ke ROBMU dengan ketulusan keperibadianmu
kembalilah kpd ALLAH dengan budi pekertimu yang sejuk

Semoga ALLAH memulyakan para putra putrimu dengan ilmu yang nafi’ dan pengabdian yang nyata kepada ISLAM dan ummat SAYYIDINA MUHAMMAD.

Kakak yang selalu mencintaimu
Moh. Jaiz Badri

 

Publisher : Infokom Badridduja

Komentar

Informasi Terbaru