Sabtu , November 17 2018
Home / Berita & Opini / Sosok Pejuang Tangguh

Sosok Pejuang Tangguh

KH.BADRI MASHDUQI; SOSOK PEJUANG TANGGUH TAK TERKALAHKAN DALAM MENGHADAPI GESTAPU PKI

KH.Badri Mashduqi adalah sosok pejuang yang tangguh dan tak terkalahkan. Menjelang pemberontakan PKI, KH.Badri Mashduqi sering tampil dalam pidato, di tengah-tengah masyarakat, beliau seringkali berpidato partai. Masa itu KH.Badri Mashduqi tidak berpenampilan kiai tapi berpenampilan _Sakera’an._ “Menjelang se berhubungan PKI, pidato Kiai Badri e masyarakat pon apidato partai teros. Masa genika Kiai Badri ta’ apanampilan keae tape apanampilan _Madure’en, Sakera’an_ (Menjelang yang berhubungan PKI, pidato Kiai di masyarakat sering berpidato partai. Masa itu Kiai Badri tidak berpenampilan kiai tapi berpenampilan Mudara-an, Sakera’an),” tegas Kiai As’ad (Pakuniran Probolinggo, alumni santri Pesantren Nurul Jadid).

Seorang anggota Anshor, KH.Munir Kholili (Sentong, Krejengan), pada masa kepemimpinan KH.Badri Mashduqi sebagai Ketua Anshor Cabang Kraksaan, Kiai Munir menyatakan, “KH.Badri Mashduqi adalah pejuang yang gigih. Saya ingat, ketika terjadi peristiwa G 30 S/PKI, KH.Badri Mashduqi membawa 5 orang pentolan PKI dari arah Paiton dengan kendaraan _jip_ bersama anggota Anshor. Berdasarkan dokumen-dokumen yang ia peroleh, kelima orang itu adalah pengurus inti PKI. Tidak tanggung-tanggung, KH.Badri Mashduqi menugaskan para anggota Anshor untuk membunuh kelima orang itu (red.).” Menurut cerita Kiai Munir, saat itu KH.Badri Mashduqi sendirilah yang membunuh kelima orang PKI sehingga kelima orang PKI tersebut tewas di tangan Kiai Badri.

Seorang paman Kiai Badri bernama KH.Najmuddin (Jember) juga menceritakan, bahwa KH.Badri Mashduqi gigih memperjuangkan NU, terutama pada saat banyak orang terbunuh sebab kekejaman PKI. Sekitar 1963 sampai 1965, ketika Kiai Badri nyantri di Pesantren Nurul Jadid, terjadi peristiwa pembacokan seorang santrivoleh orang-orang PKI. Akhirnya, santri Pesantren Nurul Jadid dan santri Pesantren Zainul Hasan Genggong bersatu untuk menurunkan bendera-bendera dan spanduk PKI di Pabrik Pajarakan sehingga terjadi adu fisik antara para santri dan orang-orang PKI.

Sebagai Ketua Gerakan Pemuda Anshor Cabang Kraksaan, KH.Badri Mashduqi tampil penuh semangat dan mengagumkan. Di kalangan Pemuda Anshor sendiri dikenal istilah _”Doktrin Lima Petinggi”:_ 1)Petinggi disiplin organisasi; 2)Petinggi kewaspadaan; 3)Petinggi kesetiaan terhadap partai; 4)Petinggi menggunakan taktik dan keuletan berpolitik; 5)Petinggi kemampuan fisik (kekebalan/gemblengan fisik) dan kemampuan mental anggota. Dengan doktrin itulah, KH.Badri Mashduqi mengugah dan memupuk mental para anggotanya seraya menegaskan, _Satogel soko mundur, kafir!_ (mundur sejengkal berarti kafir).

Di wilayah Kraksaan, para santri dan tokoh-tokoh masyarakat terjun langsung ke lapangan. Karena inisiatif untuk bergerak sendiri ini, masyarakat terkejut dan nyaris terjadi insiden. Sampai-sampai KH.Badri Mashduqi diincar pihak militer untuk diculik. “Apa lagi saat itu Koramilnya masih sangat kelihatan bahwa dia memihak Orde Lama sehingga saya dan teman-teman selalu dicurigai. Saya sendiri beberapa kali direncanakan akan diculik,” tegas KH.Badri Mashduqi.

Dalam sambutan selaku pengasuh Pondok Pesantren Badridduja pada acara Harlah ke-30 Pondok Pesantren Badridduja Kraksaan Probolinggo, KH.Badri Mashduqi menyampaikan, “Pada peristiwa 1965, alhamdulillah kami terlibat aktif dalam penumpasan Gestapu PKI di wilayah kami. Maka kalau ada yang menyayangkan terjadinya aksi-aksi pengganyangan terhadap semua unsur PKI, maka itu berarti berhadapan bukan hanya dengan ABRI, melainkan juga umat Islam.”

#Diliput dari berbagai referensi berupa buku dan hasil wawancara penulis.

Kraksaan, 30 September 2018

Saifullah (Ketua Syaikh Badri Institute)

 

Publisher : Sanusi Wardana

Check Also

Kordinasi & Evaluasi Program HASB Probolinggo

RAPAT KOORDINASI & EVALUASI PROGRAM KEPENGURUSAN HASB PROBOLINGGO, AHAD 23 SEPTEMBER 2018 Di YAYASAN AL~CHANIFAH …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *