Sabtu , November 17 2018
Home / Berita & Opini / Supervisi Kelas oleh Dr. Sugiono di MTs Badridduja Kraksaan

Supervisi Kelas oleh Dr. Sugiono di MTs Badridduja Kraksaan

Supervisi Kelas oleh Dr. Sugiono di MTs Badridduja Kraksaan

Pada hari Selasa, 26 September 2017, telah dilaksanakan Supervisi Kelas oleh Biro Pendidikan Yayasan Badridduja, yang bekerja sama dengan pihak Yayasan Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Dalam hal ini sebagai Ketua Tim Internal Yayasan Badridduja yaitu, Bapak Sholahuddin Al-Ayyubi, S.Pd.I. Dari pihak Yayasan Nurul Jadid diwakili oleh Dr.Sugiono.

Terdapat catatan-catatan penting Supervisi Kelas oleh Dr.Sugiono terhadap saya selaku guru Bahasa Indonesia yang tengah berlangsung, dengan materi, Memerankan Naskah Drama :

1. Guru tidak sekedar memberikan materi tetapi menanamkan pendidikan karakter kepada siswa

Dalam materi yang diajarkan saya kepada siswa kelas IX B di MTs Badridduja Kraksaan, yaitu tentang “Memerankan naskah drama.”

Dr. Sugiono menyampaikan kepada saya seusai supervisi kelas, “Pak Saiful, drama itu sangat berpeluang untuk dijadikan kesempatan merubah budaya siswa. Dari situlah dapat diketahui karakter siswa,” tegasnya.

Manfaat bagi saya, supervisi dari Dr. Sugiono kepada saya, memberikan pemahaman dan pengalaman bahwa bahwa materi pelajaran yang disampaikan guru di kelas tidak sebatas tentang apa isi materi yang diajarkan kepada siswa tetapi bagaimana, melalui materi tersebut bisa merubah pola berfikir siswa, yakni pembelajaran bukan sebatas bagaimana guru mengajar dengan materi yang ada tapi bagaimana siswa itu dapat belajar, belajar dari karakter yang diperankannya sebagai pelaku drama. Entah karakter itu yang bernilai positif maupun yang bernilai negatif. Dari sinilah siswa dapat mengambil pesan-pesan moral melalui drama tersebut.

Jadi, dari supervisi Dr. Sugiono, melalui materi yang saya ajarkan adalah memberikan arti bahwa
materi pelajaran itu penting tapi mempelajari tingkah laku anak itu jauh lebih penting.

2. Strategi dalam presentasi mengajar

Oleh karena materi yang diajarkan saya kepada siswa tentang “Memerankan Naskah Drama,” maka penyampaian saya tidak sebatas secara lisan tapi juga ekspresi dan gerak tubuh (gestur).

Melalui supervisi Dr.Sugiono, yaitu strategi dan presentasi ini dapat diselami secara detail,
yaitu penyampaian tidak hanya secara lisan tapi juga pelafalan, intonasi, penghayatan, ekspresi dan gerak tubuh (gestur).

Alhamdulillah dalam hal ini, saya telah menerapkannya. Dari mana dapat diketahui ? Yaitu dari kelompok siswa yang telah tampil di hadapan kelompok-kelompok siswa yang lain.

3. Menghidupkan Suasana Kelas

Bagi saya, tentu juga bagi guru-guru yang lain bahwa guru yang boleh dibilang sukses dalam mengajar adalah mampu menghidupkan suasana kelas.

Suasana kelas seperti apa yang dapat diketahui bahwa di kelas itu hidup ? Materi memerankan drama adalah berpeluang besar bagaimana siswa menghidupkan suasana kelas. Dalam hal ini, saya sebagai guru Bahasa Indonesia sudah sejak awal memberikan langkah-langkah strategis kepada siswa, yaitu pada materi sebelumnya, siswa bersama kelompok belajarnya membuat naskah drama sendiri sesuai dengan pilihannya masing-masing. Jadi siswa yang memilih judul sendiri, mengarang naskah sendiri dan menentukan siapa-siapa yang berperan dalam setiap lakon drama. Jadi, kunci sukses dalam memerankan drama adalah pemilihan naskah.

4. Menumbuhkan kepercayaan dalam diri siswa

Tidak gampang menumbuhkan kepercayaan dalam diri siswa. Sebab mereka berbeda-beda karakter dan kemampuan masing-masing. Di sinilah pentingnya bagi saya, selaku guru Bahasa Indonesia “bermain cantik” dalam mengutarakan pendapat untuk terus memompa semangat siswa — meminjam istilah Dr.Sugiono yang menjadi supervisor dalam supervisi kelas ini (MTs Badridduja) — yaitu “TEORI LAFAL”. Dalam hal ini, dapat saya pahami bahwa guru harus mempunyai power dalam setiap kali mengkomunikasikan pembelajaran di hadapan peserta didiknya. Disamping memang guru harus sensitif atau peka terhadap kelebihan, bakat dan keterbatasan siswa. Jika siswa memang sudah tidak mampu, bukan malah guru memaksakan supaya mampu seperti keinginan guru tersebut, nantinya tambah ngambek dan tidak mempunyai keberanian. Akhirnya mereka tidak percaya diri. Istilah Dr.Sugiono yang disampaikan langsung kepada saya setelah pelaksanaan supervisi kelas — Guru harus menjadi OBSERVATOR, yaitu periset, orang yang melakukan observasi, penyelidik, pengamat, peninjau. Sungguh amat berharga masukan Dr.Sugiono itu.

5. Setting kelas disesuaikan dengan materi

Saya sadar, ternyata saya masih lemah dalam menyetting kelas. Dalam hal ini, saya mendapat masukan khusus dari Dr.Sugiono, yaitu setting kelas baru terlihat ketika para siswa bersama kelompok pemeran drama kurang tertata. Oleh saya, bangku tidak diatur sedemikian rupa sehingga siswa hanya kelihatan nampak yang berada di posisi depan yang merasa terpanggil untuk lebih aktif. Sementara siswa yang di deretan bangku belakang kurang terlihat aktif. Masukan Pak Doktor saya terima dengan senang hati.

6. Evaluasi teman sejawat

Dalam hal ini, sudah saya lakukan. Kelompok Drama telah dinilai oleh perwakilan kelompok yang lainnya. Bahkan evaluasi dari mereka dengan beberapa kritikannya. Kritikan yang dimaksudkan tidak sekedar mereka menyebut titik kelemahannya terhadap kelompok dan masing-masing pelaku drama tetapi memberikan solusi dari kelompok yang lainnya lengkap dengan prakteknya. Di antara yang dievaluasi dari perwakilan kelompok mereka, yaitu ekspresi dan pelafalannya.

Dalam hal ini, Dr.Sugiono menambahkan, yaitu EVALUASI TANDA BINTANG. Jadi, menurut Pak Doktor, siswa lebih senang manakala evaluasi dengan, mendapatkan bintang berapa, inilah motivasinya untuk mengetahui sejauh mana tingkat evaluasinya dan kebanggaan dari mereka. Sementara saya, menurut Pak Doktor, lebih kepada menerapkan cara evaluasi dengan mendeskripsikan, yaitu, seperti terlihat di mana kelompok-kelompok pemeran drama yang lain dalam memberikan evaluasinya.

7. Rubrik penilaian

Dalam hal ini, saya belum mempersiapkan rubrik penilaiannya. Walaupun demikian, bukan berarti saya tidak menerapkan penilaiannya. Saya hanya menilaiannya menggunakan secarik kertas yang sungguh amat terbatas.

Kesimpulannya, hasil supervisi kelas dari Dr.Sugiono untuk saya selaku Guru Bahasa Indonesia di MTs Badridduja masih terbatas dan bahkan butuh banyak bimbingan.

Selamat Perubahan untuk Guru di bawah naungan Yayasan Badridduja
Semoga Bermanfaat

Kraksaan, 27 September 2017

Check Also

Pendirian dan Pemikiran Kh. Badri Mashduqi terhadap Pancasila

*PENDIRIAN DAN PEMIKIRAN KH.BADRI MASHDUQI TERHADAP PANCASILA* KH.Badri Mashduqi adalah sosok yang memiliki sikap tegas, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *