oleh

TIPOLOGI KEPEMIMPINAN LORA MUZAYYAN DI MATA KH.MUSTHOFA QUTBI BADRI, MA.

KH.Mustofa Qutbi Badri, MA., menyatakan, seperti apa tipologi kepemimpinan Lora Muzayyan? Berikut ini beliau menyampaikan:

1. Sosok Pemimpin yang Sederhana, Tampil Apa Adanya, Merakyat dan Familier

Sosok pemimpin inilah yang sejatinya menjadi idaman masyarakat. Pemimpin yang sederhana adalah indikator sosok pemimpin yang mempunyai sensibilitas (kepekaan), empati dan simpati kepada masyarakat (baca, rakyat kecil, miskin dan rata-rata di bawah garis kemiskinan). Dan dia tampil apa adanya adalah bukti kesederhanaannya.

Lora Muzayyan adalah merakyat dan familier, begitulah KH.Mustofa menyatakan di tengah-tengah acara memberikan ceramahnya di hadapan Majelis Ikhwan, Imam Wadzhifah dan Hailalah Tarekat Tijaniyah, berlangsung kemarin malam, di Kotaanyar-Probolinggo (6/2/2018).

Kepada masyarakat, Lora Muzayyan menyapanya dan tidak pilih kasih, entah mereka kalangan orang tua, pemuda atau remaja, para pejabat, kalangan Kiai dan Habaib, guru ngaji, masyarakat tani, kaum nelayan, para abang becak, ibu-ibu rumah tangga dan lain sebagainya.

KH.Mustofa Qutbi Badri, MA. (Muqaddam Tarekat Tijaniyah Kraksaan Probolinggo), dan masih terbilang kakak (saudara) dari Lora Muzayyan, menyatakan: “Lora Muzayyan ini adalah sosok pemimpin yang sederhana, tampil apa adanya, merakyat dan familier.”

2. Motivasi dan Panggilan Jiwa untuk Mengatasi Beban Ekonomi Rakyat

Majunya Lora Muzayyan menjadi calon Wakil Bupati Probolinggo bersama Mas Malik Haramain sebagai calon Bupatinya dapatlah dipastikan akan menjadi awal perubahan yang baik, dan memang masyarakat Probolinggo ingin perubahan.

Lantas apa motivasi majunya Lora Muzayyan dalam Pilkada Kabupaten Probolinggo? Berikut KH.Mustofa Qutbi menyatakan:

“Dalam Pilkada (2018), majunya Lora Muzayyan karena panggilan jiwa untuk membantu beban ekonomi rakyat setelah melihat kondisi kemiskinan serta ekonomi masyarakat yang masih di bawah rata-rata,” tegasnya.

Tentu saja, pernyataan KH.Mustofa tersebut berdasarkan penilaian dari seorang sosok adiknya sendiri, Lora Muzayyan, yang memang banyak paham sejak masa remaja tentang kepribadiannya Lora Muzayyan.

3. Tidak Ambisius Mencari Kekuasaan sebab Jabatan adalah sebagai Wahana Perjuangan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Sosok pemimpin yang tidak ambisius itu adalah pemimpin yang tidak melampaui batas untuk memperoleh kedudukan, jabatan atau kehormatan. Ciri atau karakter pemimpin seperti inilah melekat pada diri Lora Muzayyan.

Hal ini ditegaskan oleh KH.Mustofa Qutbi, “Dapat kita buktikan, dengan tampilnya Lora Muzayyan dalam pencalonannya sebagai Wakil Bupati Probolinggo mendampingi Mas Malik Haramain sebagai Bupatinya, dia (Lora Muzayyan) tidak neko-neko atau melakukan langkah-langkah semacam ingin tampil agar dirinya terkesan populer ataupun mau dikenal publik. Walaupun toh berbuat sesuatu untuk kepentingan masyarakat hanya semata tanggung jawabnya bagaimana seharusnya menjadi pemimpin, dengan tetap mengedepankan tujuan utamanya, yakni untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.”

Demikianlah tipologi kepemimpinan Lora Muzayyan di mata KH.Mustofa Qutbi Badri,MA. Semoga dapat memberikan manfaat terutama bagi masyarakat di Kabupaten Probolinggo. Aamiin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Terbaru