Sabtu , November 17 2018
Home / Berita & Opini / Ust. Abd Manan Guru Madin Asas Badridduja Yang Tunanetra Penghafal Al-Qur’an

Ust. Abd Manan Guru Madin Asas Badridduja Yang Tunanetra Penghafal Al-Qur’an

USTAD ABDUL MANAN; GURU MADRASAH ASAS BADRIDDUJA DAN TUNANETRA PENGHAFAL AL-QUR’AN

Ustadz H.Abdul Manan atau santri-santri pesantren Badridduja biasa memanggilnya, Ustadz Manan. Beliau adalah lulusan Madrasah Asas Lil Ulumil Islamiyah Badridduja, Kraksaan Probolinggo, Jawa Timur. Madrasah ini di bawah asuhan Almarhum Almaghfurlahu KH.Badri Mashduqi. Di Madrasah inilah Abdul Manan mendalami ilmu-ilmu keagamaan, yaitu dengan sejumlah kitab kuning. Dan di Pesantren Badridduja sendiri secara umum, pada pagi hari diawali dengan pengajian al-Qur’an, penerjemahan al-Qur’an secara harfiyah-nahwiyah, yaitu dengan kitab Tafsir al-Jalain dan dilanjutkan dengan kitab Riyadus Sholihin, yang langsung ditangani pengasuh, KH.Badri Mashduqu.

Madrasah Asas Lil Ulumil Islamiyah (Madrasah Asas khusus ilmu-ilmu Agama Islam) didirikan oleh KH.Badri Mashduqi pada tahun 1984. Madrasah ini bertujuan mencetak kader penerus perjuangan ulama sebagai pewaris Nabi. Dengan penuh syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, lembaga ini mendapat sambutan besar dari kalangan masyarakat dan memperlihatkan kemajuan yang bermutu. Pada tahun pelajaran 1408-1409 H./1988-1989 M., Madrasah Asas ini telah mengirimkan 2 orang kadernya ke Nadwatul Ulama Lucknow, India, yang sekaligus merupakan pengakuan dari lembaga tersebut terhadap Madrasah Asas Lil Ulumil Islamiyah Badridduja. Dua di antara lulusan dari Madrasah Asas Lil Ulumil Islamiyah Badridduja, yang melanjutkan ke India, adalah Abdul Manan.

Pada Selasa (11/9), Abdul Manan dikukuhkan sebagai penghafal al-Qur’an. Ribuan pasang mata terharu menyaksikan anggota keluarganya dikukuhkan sebagai penghafal al-Quran. Begitu pula Abdul Manan. Mengenakan jas dan peci hitam, dengan jalan tertatih-tatih, Abdul Manan tampak kesulitan naik panggung wisuda. Dengan bantuan temannya, akhirnya ia tiba di panggung wisuda. Pria 48 tahun itu merupakan satu dari puluhan santri Griya al-Quran yang berhasil menghafalkan 30 juz. Dia menjadi hafidz—sebutan bagi penghafal Alquran—menginspirasi buat yang lain karena Abdul Manan tunanetra sebagai penghafal al-Qur’an.

Sejak 2007, Abdul Manan kehilangan daya melihatnya. Penyakit glaukoma yang dideritanya berimbas kepada bayangan hitam tak mendasar sebagai satu-satunya hal yang bisa ia lihat. Abdul Manan menderita tunanetra tak menyurutkan semangat menghafal al-Qur’an. Guru Madrasah Asas Badridduja ini yang berhasil menjadi kekasih Allah dengan menghafal 30 juz Al-Quran. Selain guru, saat ini Abdul Manan aktif menjadi Imam Shalat di Masjid Darussalam Pondok Pesantren Badridduja, khususnya Imam shalat Maghrib dan Isya.’ Dalam setiap berangkat dan pulang ke rumahnya, yang tidak jauh dari pesantren Badridduja, yakni di sebelah barat pesantren Badridduja yang berjarak 100 meteran, terkadang ia berjalan kaki dengan didampingi santri atau dijemputnya menggunakan motor. Beliau terus mengabdi di pesantren yang telah membesarkannya (Badridduja), termasuk aktif mengisi pengajian kitab _Sullam_ dan _Safinah_ pada jamaah, tiap malam Selasa, melalui kegiatan rutin mingguan, Jam’iyah Pengajian Malam Selasa (JPMS). Begitulah Abdul Manan: Guru (di Madrasah Asas Lil Ulumil Islamiyah Badridduja) dan tunanetra penghafal al-Qur’an.

Kraksaan,
2 Muharram 1440 H./ 12 September 2018

Penulis: Saifullah

Publisher : Sanusi_Wardana

Check Also

Pendirian dan Pemikiran Kh. Badri Mashduqi terhadap Pancasila

*PENDIRIAN DAN PEMIKIRAN KH.BADRI MASHDUQI TERHADAP PANCASILA* KH.Badri Mashduqi adalah sosok yang memiliki sikap tegas, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *